Kesehatan Pemerintahan Pendidikan

Senin, 20 September 2021 - 03:24 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Bantu Masyarakat Indonesia Dapatkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Sehat, ITS Luncurkan Incubits

Surabaya | klikku.net – Untuk membantu masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses air bersih dan sanitasi sehat di lingkungannya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan program Incubit. Program ini bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) serta UNICEF.

Menurut Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Incubits merupakan sebuah platform yang bergerak di bidang WASH (Water, Sanitation, and Hygiene). Dengan mengumpulkan serta menghubungkan para startup di Indonesia untuk ikut andil di dalamnya.

“Program ini dibuat guna mendukung pemerintah, khususnya Kementerian PUPR, dalam menyediakan akses layanan air bersih dan sanitasi sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia, sebagai pembangunan berkelanjutan,” ujarnya, saat peluncuran Incubits secara daring, Rabu (15/9/2021).

“Para mahasiswa, alumni dari universitas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta organisasi-organisasi lain yang memiliki ide dan yang bergerak di bidang air dan sanitasi, dapat mengajukan diri dan bergabung bersama kami,” tambahnya.

Sepakat dengan hal tersebut, Menteri PUPR Dr Ir M Basuki Hadimuljono MSc menyampaikan, bahwa saat ini ketersediaan akses air minum dan sanitasi yang layak bagi seluruh masyarakat, masih menghadapi berbagai tantangan yang krusial.

Di antaranya seperti urbanisasi, perubahan iklim, serta komitmen stakeholders yang belum optimal. “Akibatnya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses air bersih dan sanitasi sehat,” ungkapnya.

Basuki menambahkan, bahwa pandemi Covid-19 juga menambah hambatan yang ada. Serta berdampak signifikan pada peningkatan konsumsi air bersih, untuk penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.

Sementara itu, Debora Comini selaku perwakilan dari UNICEF mengungkapkan, bahwa 50 persen dari seluruh sekolah di Indonesia tidak mempunyai akses untuk sanitasi, 60 persen tidak mempunyai toilet, dan 22 persen diantaranya tidak memiliki akses ke layanan air mendasar.

Selain itu, ia juga melihat masih adanya ketimpangan akses air dan sanitasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. “Indonesia harus terus berupaya dalam menanggulangi hal ini,” tandasnya.

Ia menambahkan, UNICEF memiliki tanggung jawab untuk memastikan, agar setiap anak tumbuh di lingkungan yang sehat. Air yang bersih dan sanitasi yang sehat merupakan hak setiap anak. Sedangkan WASH yang buruk, dapat menghambat akses pendidikan bagi anak-anak.

“UNICEF memberikan dukungan penuh kepada Incubits. Karena program ini memiliki potensi yang tinggi dalam meningkatkan layanan WASH,” pungkasnya. (M F@aza) 


Editor: Joe Meito

786

Baca Lainnya