Daerah Pemerintahan Peristiwa

Kamis, 30 September 2021 - 15:38 WIB

5 tahun yang lalu

logo

klikku.net dok ist

klikku.net dok ist

Kasubbag Umum Sebut Ada 9 Unit Mobdin Bupati Sumenep, eL Pamas: Tak Urgen Ada Pengadaan Mobdin

Sumenep | Klikku.net – Biaya perawatan Mobil dinas (Mobdin) bupati beserta wakilnya diakui Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep benar-benar mencapai Rp 500 Juta pertahun. Hal itu diakui Pemkab setempat untuk biaya perawatan sejumlah Mobil Dinas Bupati dan Wabupnya.

Berdasarkan penelusuran media Klikku.net dan Tim di lapangan diketahui ada 9 (Sembilan) unit mobil dinas (Mobdin) Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Hal itu senada disampaikan oleh Moh Ilyas, selaku Kepala sub bagian (Kassubag) umum sekretariat daerah (Setda) kabupaten Sumenep, dirinya menyampaikan jika Mobdin Bupati dan Wabup itu sebanyak 9 unit mobil.

“Mobil dinas bupati itu enam (6), yang ibu itu tiga (3),” Terang Ilyas pada media ini, saat ditemui di kantornya. Rabu, 29 September 2021.

Baca juga :

Tidak Hanya Anggaran Pengadaan, Biaya Perawatan Mobdin Baru Pemkab Sumenep Dalam Setahun 500 Juta Rupiah

Lebih jelas Kasubbag Umum menjelaskan bahwa dana sebesar Rp. 500 juta tersebut dialokasikan untuk empat hal, Suku cadang, service, tap oli dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jangka satu tahun.

Padahal menurut Abdul Khalid, kabag umum Pemkab setempat mobil dinas Bupati Sumenep hanya ada 2 unit mobdin, yaitu Camry dan Mercedes berbeda dengan apa yang disampaikan Kasubbagnya. Kamis, 23 September 2021.

Menanggapi hal itu ketua Lembaga Pemberdayaan Dan Advokasi Masyarakat (eL Pamas) Kabupaten Sumenep, Adam Damiri mengaku, bahwa untuk pengadaan mobdin dan biaya perawatannya sama sekali tidak penting dan tidak mendesak, sehingga pihaknya menilai bupati dalam hal ini perlu melakukan evaluasi dan harus sadar diri jika pihaknya sudah salah ambil keputusan.

“Pengadaan mobil dinas tak urgen sama sekali. Itu bukanlah kebutuhan yang mendesak,” kata Adam Damiri kepada media Klikku.net. Kamis malam, 30 September 2021.

Pengadaan mobil dinas baru dan perawatan hingga ratusan juta, menurut Adam di tengah masyarakat dilanda pandemi ini merupakan sesuatu yang tak elok sama sekali.

“Sungguh tak elok dan tak pantas dalam kondisi sekarang melakukan pengadaan mobil dinas. Alasannya cuma untuk mobil Pull atau mobil untuk persediaan tamu. Memangnya bupati hanya punya satu mobil. Kan sudah banyak, coba cek di garasinya, soalnya alasan yang dipakai tak masuk di akal,” kata dia.

Lanjut nahkoda eL Pamas, untuk dana perawatan sebesar itu dirinya hanya bisa gigit jari, pasalnya dana sebesar itu setara dengan 1 unit mobil mewah. Padahal menurutnya untuk perawatan mobil desa dalam setahun hanya menghabiskan maksimal 6 hingga 7 juta pertahun, itupun dengan utilitas yang padat dan tinggi.

“Buat apa, kok sampai lima ratus juta mas, mobil desa di desa saya hanya menghabiskan enam juta kadang tujuh juta pertahun,” beber Adam, Fungsionaris eL Pamas. Kamis, 30 September 2021.

Masih menurut ketua eL Pamas Sumenep, dirinya bahkan bertanya-bertanya keberadaan 9 unit mobdin tersebut parkirnya dimana dan merk-nya apa serta kondisinya seperti apa? Itu kan perlu dijelaskan kepada masyarakat Sumenep. Jangan-jangan dianggarkan perawatan ratusan juta rupiah tapi, mobdinnya tidak dirawat. Singgung Adam.

“Ada 9 unit mobdin, ada dimana mobilnya karena khawatir sudah dianggarkan perawatan ratusan juta namun, tidak betul-betul dirawat,” imbuhnya.

Dirinya berharap pemerintah Kabupaten Sumenep sedikit memiliki sense of crisis saat Pandemi melanda warganya, bukan malah menghamburkan uang yang diduga demi untuk gaya-gayaan semata, karena untuk 9 unit mobdin pihaknya menilai sudah cukup.

Diketahui anggaran pengadaan dan anggaran perawatan Mobdin bupati kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mencapai Rp. 1,7 M pada tahun ini.


Editor : Anam

Reporter : Holidi

671

Baca Lainnya