SURABAYA | klikku.net – Tewasnya Vanesa Angel yang mempunyai nama asli Vanesa Adzania lahir di Desa Krengseng Kecamatan Krembangan pada 28 tahun lalu bersama sang suaminya Febri Andriasyah kelahiran 31 tahun lalu, bukanlah pasangan sehidup semati.
Adanya komentar di media sosial yang membicarakan bahwa dalam kecelakaan yang terjadi di jalur tol area Nganjuk km 672+400 A pada Kamis (4/11/2021) sekitar pukul 12.36 WIB kemarin hanya menelan 2 korban tewas yaitu pasangan suami istri (Pasutri), sedangkan 3 penumpang lainya selamat dari maut.
Di bahas di media sosial (Mensos) Supir pengendara mobil selamat dari maut hanya mengalami luka luka, sedangkan Febri Andriasyah yang berada di samping supir atau baris tempat duduk didepan tewas. Selain itu untuk posisi Vanesa Angel dan anaknya yang masih balita juga pengasuh bayi berada di baris tempat duduk kedua, namun yang mengalami korban jiwa hanya Vanesa Angel.
Dari peristiwa tersebut para netizen banyak mengkaitkan bahwa hal tersebut telah digariskan bahwa pasangan tersebut adalah sehidup semati. Namun hal tersebut tidak sesuai dengan hasil analisa Jusri Pulunuhu selaku pengamat jalan dan mental kompetensi pengendara.
Selama wawancara di salah satu Televisi Nasional yang di siarkan pada Jumat (5/11/2021) dini hari memberikan keterangan bahwa terjadi kecelakaan kuat dugaan bahwa Supir mengalami kelelahan dan kecepatan mobil diatas 100 km/jam. “Banyak faktor yang bisa menyebabkan kecelakaan terjadi selain kelelahan juga mental serta kompetensi pengendara mengalami penurunan, sehingga konsentrasi dan naluri juga tidak fokus,” ujarnya.
Sedangkan kenapa yang tewas hanya Febri Andriasyah yang duduk di baris depan dan Vanesa Angel yang duduk di baris kedua? Sedangkan Supir yang juga duduk di baris depan dan pengasuh bayi dan balita duduk dibaris kedua masih bisa selamat?
Bila dilihat fisik dari mobil yang di tumpangi mengalami rusak parah dari sisi kiri supir, kerusakan hingga mengalami 75%. Sedangkan sisi kanan atau yang diduduki oleh supir dan pengasuh bayi serta balita mengalami kerusakan hanya 25%. Analisa kerusakan parah yang berada di sisi kiri maka penumpang dipastikan bisa mengalami luka parah hingga kematian.
Meski hasil analisa yang dikeluarkan oleh pengamat Jusri
Palunuhu seperti itu, pihak Direktirat Lantas Polda Jatim tetap akan melalukan penyelidikan, terkait penyebab kecelakaan dan mengala hanya sisi kiri mobil yang mengalami kerusakan parah.
Caption. : Mobil Mitshubisi Pajero Putih yang menewaskan 2 korban.
Reporter. : Rus
Editor. : Yanto
