Ekonomi Bisnis Peristiwa

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:38 WIB

2 hari yang lalu

logo

Safety Forum Jadi Penguat Budaya K3, TPK Teluk Lamong Catat 25,3 Juta Jam Kerja Aman

SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui penyelenggaraan Safety Forum Triwulan II Tahun 2026.

Forum yang mengusung tema Lesson Learned Fatality Pelindo Group Tahun 2026 dan Blind Spot Awareness itu menjadi sarana berbagi pembelajaran dari berbagai insiden sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko di lingkungan operasional pelabuhan.

Kegiatan yang digelar di Terminal Teluk Lamong tersebut melibatkan jajaran manajemen bersama sejumlah mitra kerja strategis, di antaranya PT Pelindo Daya Sejahtera, PT BIMA, PT APERINDO, PT Lamong Energi Indonesia, PT Puskopal, PT Pelindo Husada Citra, PT MTI, PT TEDS, PT NPMA, dan PT BST.

Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong Muhammad Syukur menegaskan, keselamatan kerja harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas operasional.

“Keselamatan adalah nilai utama yang tidak dapat ditawar. Seluruh insan perusahaan maupun mitra kerja memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara aman sehingga setiap pekerja dapat pulang ke rumah dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin dari capaian 25.372.483 jam kerja aman selama periode April–Juni 2026. Prestasi itu diraih melalui kolaborasi 175 pekerja TTL bersama 945 tenaga kerja mitra dalam menjaga operasional terminal tetap aman dan andal.

Sebelum forum dimulai, seluruh peserta mengikuti penanaman pohon di kawasan terminal sebagai simbol komitmen terhadap keselamatan sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Terminal Head TPK Teluk Lamong Pierre Rochel Tumbol mengatakan setiap insiden harus dijadikan pembelajaran agar sistem pencegahan kecelakaan terus diperkuat.

“Risiko selalu ada dalam setiap aktivitas operasional. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari setiap kejadian, melakukan evaluasi menyeluruh, dan memastikan seluruh langkah pencegahan benar-benar diterapkan di lapangan,” katanya.

Dalam forum tersebut, peserta juga mendapat materi mengenai pembelajaran dari insiden fatal di lingkungan Pelindo Group. Serta Blind Spot Awareness, yang membahas pentingnya mengenali area terbatas yang tidak terlihat oleh operator alat berat maupun pengemudi kendaraan operasional.

Melalui edukasi dan kolaborasi berkelanjutan, Terminal Teluk Lamong berharap implementasi budaya HSSE semakin kuat sehingga mampu mendukung operasional pelabuhan yang aman, andal, dan berdaya saing global. AM@n


 

43

Baca Lainnya