Daerah Ekonomi Bisnis Kesehatan

Senin, 8 November 2021 - 20:39 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Bantu Percepatan Vaksinasi Kabupaten Sumenep, ITS Ciptakan Drone Logistik Medis Antar Pulau

Surabaya | klikku.net – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), yakni Beehive Drones dan Tinc (Telkomsel Innovation Center). Menciptakan pesawat tanpa awak (drone) untuk pengiriman kebutuhan medis antarpulau dan daerah terpencil di Kabupaten Sumenep.

Bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sumenep ke-752, uji coba operasional drone tersebut, menjadi atraksi pamungkas sekaligus aktivitas pertama pengiriman suplai medis antarpulau, serta daerah yang sulit terjangkau.

Menurut Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati ST MScEng PhD, drone adalah jawaban praktis atas permasalahan distribusi logistik di kawasan terpencil.

“Dengan solusi ini, maka distribusi logistik dengan transportasi konvensional dapat lebih terbantu. Karena drone menawarkan kecepatan waktu, serta kepraktisan sistem distribusi logistik,” ujarnya, Senin (8/11/2021).

Ia menambahkan, Kabupaten Sumenep merupakan wilayah yang terdiri dari daratan dan sejumlah pulau kecil di Pulau Madura.

“Kabupaten Sumenep sendiri mengandalkan moda transportasi laut, untuk berbagai aktivitas mobilitas dan distribusi. Itulah sebabnya, kami berpikir untuk memadukan drone logistik medis ini dengan kapal laut, dalam alur logistik last-mile delivery,” tambahnya.

“Penggunaan drone dapat memperluas layanan transportasi laut beyond port. Drone juga dapat difungsikan untuk tahap pengiriman akhir langsung ke konsumen, untuk kebutuhan logistik dari kapal yang memiliki kemampuan mengangkut drone,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, drone juga memudahkan sistem logistik barang antarpulau, tanpa mengharuskan kapal merapat di pelabuhan. Lalu bisa disambung dengan pengiriman darat menggunakan truk.

Melalui berbagai uji coba, drone logistik medis ini dapat terbang dengan kecepatan 70-100 kilometer per jam. Sementara jarak terbangnya, bisa mencapai 50 kilometer dengan berat beban maksimum 2 kilogram.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi SH MH mengaku senang dengan hasil uji coba drone medis dari ITS ini.

“Apalagi drone logistik medis ini, menjadi layanan drone pertama di Indonesia, yang mendapatkan izin resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” ujarnya.

“Ke depan, kami menargetkan pada semester pertama 2022, drone ini dapat beroperasi penuh di Kabupaten Sumenep. Salah satu tujuannya adalah mempercepat akselerasi vaksinasi di Kabupaten Sumenep, yang saat ini masih rendah. Akibat banyaknya pulau-pulau terpencil,” pungkasnya. (@Nto tse) 


Editor: Joe Meito

138

Baca Lainnya