Pemerintahan Peristiwa Politik

Kamis, 16 Desember 2021 - 08:14 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Pelantikan diPendopo Agung Sumenep. Foto : klikku.net Holidi

Pelantikan diPendopo Agung Sumenep. Foto : klikku.net Holidi

Bupati Sumenep Lantik Kades Terpilih di Pendopo Agung Dengan Prokes Ketat

Sumenep | Klikku.net – Prosesi pelantikan kepala desa terpilih dari hasil Pilkades serentak dan PAW tahun 2021 se Kabupaten Sumenep berlangsung di Pendopo Agung kabupaten setempat yang dilakukan dengan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat.

Pelantikan tahun ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama diletakkan pagi hari sekira pukul 09.00 WIB sedangkan untuk sesi kedua dilaksanakan pada siang harinya.

Hal itu dilakukan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan mencegah timbulnya klaster baru penularan Covid 19 di kabupaten Sumenep.

Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya di sela-sela sambutannya berharap agar tidak ada konvoi dan euforia berlebihan dari para pendukung kades yang dilantik hari ini.

“Jangan ada euforia berlebihan, agar tidak ada klaster baru penyebaran Covid 19,” singgung Kapolres Sumenep. Kamis, 16 Desember 2021.

Pengukuhan yang dilakukan oleh Bupati Sumenep Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 650/KEP/435.013/2021 tentang pengesahan dan pengangkatan Kades terpilih Pilkades serentak Tahun 2021 di Kabupaten Sumenep dan Keputusan Bupati Sumenep nomor 118/551/KEP/435.013/2021, tentang pengesahan dan pengangkatan PAW Kades terpilih tahun 2021.

Baca juga : 

Antisipasi Terjadinya Kerumunan Pada Saat Pelantikan Kades Terpilih, Kepala DPMD Sumenep Batasi Undangan dan Wajib Vaksin

Achmad Fauzi, bupati sumenep menyampaikan bahwa dalam pelantikan ini diharapkan untuk para kepala desa terpilih dan yang telah dilantik pada hari ini agar benar-benar menjaga amanah masyarakat yang telah dipercayakan kepada dirinya masing-masing.

“Jaga baik-baik amanat yang diberikan oleh masyarakat,” terang Achmad Fauzi, pada saat pelantikan di Pendopo Agung Keraton Sumenep. Kamis, 16 Desember 2021.

Dirinya juga menghimbau agar kepala desa terpilih, terlebih bagi kepala desa yang baru menjabat pertama kalinya untuk terus mempelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai dasar pengetahuan demi perjalanan pemerintahan desa yang lebih baik ke depan, sehingga menurutnya kades bisa menjadi inspirator bukan malah menjadi diktator. “Jadilah inspirator bukan diktator,” pungkasnya.


Editor : Anam 

Reporter : Holidi

368

Baca Lainnya