Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Rabu, 29 Desember 2021 - 00:10 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Pemprov dan BI Jatim Optimis Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan 2022

Surabaya | klikku.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pertemuan Refleksi Akhir Tahun 2021 bertema Optimis Jatim Bangkit untuk Pengendalian Inflasi untuk pemulihan Ekonomi Berkelanjutan, di kantor perwakilan Bank Indonesia (BI), Selasa (28/12/2021).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Perwakilan BI Jatim Budi Hanoto, Kepala OJK KR4 Jatim Bambang Mukti Riyadi, Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan, Anggota TPID Jatim, serta 38 Bupati/Wali Kota secara virtual.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah catatan pencapaian tahun 2021 diutarakan. Hal ini merupakan wujud kerja keras, dalam menghadapi tantangan di tengah pandemi Covid-19 dan bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2021.

Dalam paparannya, Kepala KPw BI Jatim Budi Hanoto menyatakan bahwa kondisi permintaan di Jawa Timur berangsur membaik.

“Hal ini seiring dengan vaksinasi, konsistensi penerapan protokol kesehatan, serta kolaborasi dan sinergi. Dimana ini mampu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam beraktivitas. Tercermin dari pencapaian kinerja inflasi Jawa Timur pada November 2021,sebesar 2,22% (yoy). Yang sekaligus sudah berada dalam kisaran sasaran inflasi 3% ± 1% tahun 2021,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menambahkan bahwa kondisi pandemi Covid-19 di Jawa Timur terkendali dan melandai, dengan 38 Kabupaten/Kota telah memasuki risiko rendah/zona kuning.

“Saya telah meminta kepada bupati/walikota se-Jatim, untuk terus menguatkan dan meningkatkan sinergitas bersama tim TPID Jatim. Selain itu, masyarakat diharap untuk tidak lengah. Dan senantiasa menjaga protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

“Sekain itu, capaian target vaksinasi akan terus ditingkatkan. Berjalan seiringan dengan upaya Provinsi Jatim untuk meningkatkan akses transportasi dalam rangka menambah koneksitas di Jawa Timur. Kami juga fokus mengendalikan inflasi dan mengurangi disparitas harga antar daerah, dengan cara keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan implementasi komunikasi yang efektif,” ungkapnya.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, bahwa tagline Optimis Jatim Bangkit di tahun 2022, menjadi pendorong pengembangan industri kreatifitas di Jatim, mengoptimalkan lumbung pangan nusantara, digital farming, dan memperkuat sektor hilir. Sehingga hasil produksi dapat lebih mudah dipasarkan dan disalurkan.

Juga memaksimalkan fungsi rumah kurasi dari Bank Indonesia, pemanfaatan infrastruktur waduk untuk kemudahan pendukung produksi sumber daya alam, serta peningkatan kreativitas dan inovasi untuk menjadi tempat rekreasi baru.

“Pembangunan dermaga-dermaga baru, juga diharapkan dapat mendorong konektivitas antar kota dan antar provinsi. Sehingga mempermudah pergerakan dan menambah nilai ekonomi pada sektor-sektor ekonomi berskala sedang,” pungkas Khofifah. (@Nto tze) 


Editor: Joe Mesti

101

Baca Lainnya