Ekonomi Bisnis Kesehatan Pemerintahan

Senin, 10 Januari 2022 - 10:50 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Disperindag Jatim Himbau Pelaku Usaha Perketat Protokol Kesehatan

Surabaya | klikku.net – Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus mengawal penerapan protokol kesehatan, termasuk pada sarana perdagangan dan lingkungan industri di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, bahwa kolaborasi dan sinergi antar OPD, menjadi kunci dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“OPD diharapkan mampu bergerak cepat dan tanggap, menyikapi setiap peristiwa yang sedang atau akan terjadi. Sehingga dapat melakukan antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap segala kemungkinan, ujarnya, pada pelaksanaan Apel Pagi perdana Tahun 2022 di BPBD Jawa Timur, Senin (10/1/2022).

Sebagai tindak lanjut atas arahan Gubernur Khofifah, telah digelar Rapat Koordinasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada Sarana Perdagangan dan Lingkungan Industri, di Jawa Timur secara virtual. Dengan menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Astha Triyono, sebagai nara sumber.

Kegiatan itu diikuti Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Kota/Kabupaten se Jawa Timur. Serta sejumlah asosiasi, seperti Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan (APPBI), Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO).

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drajat Irawan, bahwa monitoring dan evaluasi terhadap penerapan protokol kesehatan telah dilakukan secara berkala.

“Kami juga mengundang asosiasi dan pelaku usaha terkait di Jawa Timur, untuk melakukan koordinasi mengenai penerapan protokol kesehatan di lingkungan perdagangan. Ini bentuk sinergi untuk memaksimalkan upaya pencegahan transmisi varian baru Covid-19, Omicron di Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini Jawa Timur memiliki 5.876 sarana perdagangan, dengan dominasi pasar rakyat sebanyak 2.070 unit.

Jumlah pasar rakyat di Jawa Timur merupakan yang terbanyak di Indonesia, dengan kontribusi sebesar 14,42%. Selain pasar rakyat, sarana perdagangan lainnya meliputi pasar modern/mal/pusat perbelanjaan, minimarket, supermarket, department store, hypermarket, dan perkulakan.
Berdasarkan hasil monitoring evaluasi pembukaan pusat perbelanjaan di Jawa Timur hingga akhir Desember 2021. Rata-rata indikator penerapan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 telah mencapai 95,84%.

Sementara itu, monitoring evaluasi pembukaan department store, menunjukkan rata-rata indikator penerapan protokol kesehatan mencapai 65,95%.

Menurut hasil evaluasi, penggunaan transaksi pembayaran elektronik, penerapan fitur non-touch pada mesin pengambilan tiket, implementasi aplikasi Peduli Lindungi, pengaturan jaga jarak dan kapasitas orang di lift, pengaturan jaga jarak dan kapasitas orang di toilet, serta keberadaan Satgas Covid-19 Mandiri, menjadi beberapa poin yang perlu dioptimalkan.

Pemprov juga menghimbau para pengelola sarana perdagangan serta pelaku usaha di Jawa Timur untuk tetap waspada dan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan. Dengan tetap menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, mencegah dan menjauhi kerumunan, serta mendorong percepatan vaksinasi. (soen/roji)


Editor: Joe Mesti

209

Baca Lainnya