Ekonomi Bisnis

Selasa, 11 Januari 2022 - 20:52 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Terminal Teluk Lamong Sharing Refleksi Sejarah dan Proyeksi Pengembangan pada Peringatan HUT ke-8

Surabaya | klikku.net – Memperingati HUT ke-8, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) gelar acara Lamong Berkisah dengan tema “Brave” secara hybrid.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong Faruq Hidayat mengaku bersyukur. Sebab, meski ditengah pandemi Covid-19, TTL masih dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

“Hal ini tak lepas dari partisipasi seluruh jajaran manajemen dan pegawai TTL. Karena itu, peringatan kali ini bertema Brave. Yang memiliki arti bahwa TTL berani menghadapi tantangan kedepan, berani melakukan perubahan, dan berani bersaing secara global,” ujarnya.

Sebagai media berbagi kebahagiaan, perayaan HUT kali ini lebih ditekankan pada konsep memberi dan berbagi. Seperti lelang barang milik pegawai yang hasilnya akan diberikan kepada yayasan disabilitas, Corporate Social Responsibility (CSR) pelatihan bagi warga sekitar, pemberian santunan pada anak yatim, serta family fun walk 8Km secara virtual.

Sementara itu, sebagai puncak acara kegiatan Lamong Berkisah, merupakan sharing session yang dihadiri sejumlah pakar kepelabuhanan, akademisi kepelabuhanan, serta pejabat struktural TTL.

Hadir dalam kegiatan ini, Djarwo Surjanto dan Putut Sri Muljanto sebagai narasumber, untuk berbagi cerita sejarah pendirian TTL. Harapannya, dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada seluruh insan TTL. Serta memberikan gambaran tantangan ke depan yang akan dihadapi TTL.

Mengawali diskusi, Djarwo Surjanto menjelaskan sejarah TTL yang mengusung konsep green port dikembangkan. Mulai perencanaan konsep, pemilihan teknologi, hingga beberap milestone yang telah dilalui perusahaan.

“Pengembangan TTL ini perlu untuk dibukukan. Sehingga bisa menjadi acuan bagi generasi mendatang” ujarnya.

Ia menambahkan, kajian pembangunan TTL dilakukan sejak 1994. Sampai dengan direkomendasikan bahwa kawasan Tambak Osowilangon, Kecamatan Benowo, adalah lokasi yang layak.

Hingga keluarnya ijin pengerukan pada 1997. Dilanjutkan dengan ijin lokasi yang dikeluarkan oleh Walikota Surabaya pada 2003. Dan akhirnya, TTL mendapatkan persetujuan AMDAL pada 2010.

Pada 2014, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) meresmikan pengoperasian Terminal Teluk Lamong, yang ditandai dengan pelayanan bongkar muat kapal domestik pertama milik PT Maskapai Pelayaran Pulau Laut, MV Intan Daya 4.

Setahun berikutnya,.Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Teluk Lamong dan revitalisasi APBS, serta persinggahan kapal Internasional pertama, MV Marine BIA yang bertolak dari pelabuhan Singapura.

Selanjutnya pada 2017, dilakukan uji coba operasi curah kering menggunakan conveyor pada MV Giorgis yang berkapasitas 41.670 Ton. Hingga pada 2019, TTL melayani Kapal MV Nord Draco melakukan bongkar terbesar sebayak 65.994 Ton. Dan TTL menjadi destinasi single port, untuk pelayanan terminal curah kering.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Terminal Teluk Lamong Putut Sri Muljanto menjelaskan, bahwa layanan kepelabuhanan di TTL dapat menjadi acuan pengelolaan pelabuhan secara modern.

“Sebab TTL merupakan pioneer terminal yang menerapkan sistem otomasi pada pola operasionalnya. Dan mampu mengelola dampak lingkungan secara efektif, melalui berbagai program konservasi,” ujarnya.

“Saat ini TTL baru berbisnis terminal. Padahal dengan lahan yang ada, bisa menjadi modal besar untuk mengembangkan bisnis kearah pusat konsolidasi dan distribusi,” ungkapnya.

Ia berharap, sebagai terminal operator yang mengusung teknologi modern dan ramah lingkungan. TTL juga dapat memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan pengelolaan pelabuhan di Indonesia.

“Di usia yang ke-8 ini, TTL harus bisa selalu memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan perusahaan. Sehingga bisa selalu menjadi yang terbaik. Dan terus melahirkan inovasi-inovasi baru untuk konsumen dan masyarakat,” pungkasnya. (@Nto tze) 


Editor: Joe Mesti

186

Baca Lainnya