Surabaya | klikku.net – Penggunaan minyak bumi dan gas alam dalam bauran energi global, masih menjadi penyumbang emosi karbon terbesar dengan 54,2 persen.
Guna menggantikan bahan bakar konvensional yang tinggi emisi karbon tersebut, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas bahan bakar sintetis menggunakan teknologi digital twin.
Mereka adalah Fachrizan Bilal Masrur, Muhammad Ihwan Nur Rifki, dan I Made Deago Nugra Visesa, yang tergabung dalam tim Synchronize ITS.
Menurut Fachrizan Bilal Masrur, saat ini berbagai negara di dunia telah sepakat untuk mengurangi emisi karbon melalui Perjanjian Paris.
“Salah satu cara untuk mengurangi emisi karbon adalah dengan menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Ini adalah teknologi untuk memisahkan, mengangkut, dan menyimpan emisi karbon yang dikeluarkan oleh proses industri,” ujarnya, Selasa (11/2/2022).
Berangkat dari hal tersebut, pihaknya menggagas pemanfaatan karbon dioksida, yang akan digunakan sebagai sumber bahan baku. Lalu diproses lebih lanjut, untuk menghasilkan bahan bakar sintetis melalui reaksi hidrogenasi.
“Bahan bakar sintetis memiliki kinerja yang sangat mirip dengan bahan bakar fosil pada umumnya. Sehingga dapat digunakan pada mesin kendaraan dan lebih ramah lingkungan,” ungkapnya.
Untuk mempercepat penerapannya, digunakan teknologi digital twin yang merupakan representasi visual dari sebuah sistem yang sedang beroperasi.

“Digital twin dapat memberikan sebagian gambaran, dari apa yang sedang dan mungkin akan terjadi pada sistem tersebut,” terangnya.
Dengan bantuan teknologi digital twin, komposisi campuran bahan bakar konvensional dengan bahan bakar sintetis yang paling optimal untuk mesin kendaraan tertentu, dapat diketahui.
“Jika bahan bakar sintetis diaplikasikan pada semua kendaraan, terutama kendaraan penumpang. Dapat berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 4,6 metrik ton per tahun,” tambahnya.
Melalui inovasi ini, tim Synchronize juga berhasil meraih juara II dalam kompetisi Technical Paper Contest Pelantar 2021, yang diadakan oleh Society of Petroleum Engineering Universiti Teknologi MARA Student Chapter (SPE UiTM SC), Malaysia.
Ke depannya, tim Synchronize berharap inovasi yang mereka gagas dapat segera diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Serta secara bertahap menggantikan bahan bakar konvensional, guna mewujudkan karbon netral. (@Nto tze)
Editor: Joe Mesti
