Daerah

Jumat, 1 April 2022 - 08:09 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Ketum PC PMII Sampang, M Nadzir Fatihil Haq (tengah), Didampingi Pengurusnya, Menunjukkan Surat Yang Dikirim ke Kemensos RI.

Ketum PC PMII Sampang, M Nadzir Fatihil Haq (tengah), Didampingi Pengurusnya, Menunjukkan Surat Yang Dikirim ke Kemensos RI.

Buntut Carut Marut BPNT, PMII Sampang Layangkan Surat ke Kemensos

Sampang | klikku.net Buntut dari carut marutnya penyaluran bantuan sosial (Bansos) BPNT/Sembako di Kabupaten Sampang, Madura, membuat Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang, melayangkan surat ke Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Jumat (01/04/2022).

Ketua PC PMII Sampang, M Nadzir Fatihil Haq mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kemensos RI tadi pagi.

“Pagi tadi kami sudah kirimkan surat ke Kemensos RI, mudah-mudahan surat kami segera diterima Ibu Risma,” katanya.

Pihaknya mengaku kecewa, lantaran tidak ada tindakan serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang.

Menurut Nadzir, sapaan M Nadzir Fatihil Haq, pihaknya sudah melakukan demonstrasi beberapa kali ke Pemkab dan DPRD Sampang.

“Kami sudah melakukan demo dua kali perihal carut marut bansos ini, namun tidak ada tindakan sama sekali,” ungkap Nadzir.

Pemkab Sampang, lanjut dia, sebelumnya memberikan balasan surat yang dikirimkan oleh PC PMII Sampang.

“Tapi dalam isi surat itu, terkesan tidak ada pelanggaran sama sekali perihal penyaluran bansos BPNT,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam isi surat balasan dari Pemkab Sampang itu juga menyebutkan bahwa adanya staf Kemensos RI melakukan pemantauan di salah satu Kecamatan yang bermasalah.

“Padahal kecamatan yang dipantau itu secara jelas ada pelanggaran. Kan aneh, nah kami sangat berharap Ibu Risma segera datang ke Sampang,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, surat yang dilayangkan oleh PC PMII Sampang itu, salah satunya berisi desakan terhadap Mensos Tri Rismaharini untuk segera turun ke Sampang.


Reporter : Anaf

1502

Baca Lainnya