Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Selasa, 7 Juni 2022 - 06:55 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Pemprov Jatim Tumbuhkan Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat OPOP

Surabaya | klikku.net – Pemprov Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pondok Pesantren se – Jawa Timur Tahun 2022 dengan tema Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi Menuju Kemandirian Pesantren dan Kesejahteraan Masyarakat. Kegiatan ini digelar selama 3 hari, 6-8 Juni 2022.

Menurut Plt. Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi, yang juga Ketua OPOP Jatim, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Pondok pesantren juga merupakan lembaga pendidikan paling dekat dengan masyarakat. Serta memiliki peranan dalam upaya pemberdayaan umat.

“Pemberdayaan umat melalui pondok pesantren, bisa dilakukan dengan mendirikan unit usaha serta edukasi pada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Jatim, adalah dengan meluncurkan program OPOP (One Pesantren One Product),” ujarnya.

Saat ini, sekitar 750 pondok pesantren telah bergabung dengan program OPOP. Pemprov Jatim berharap pada 2024, sebanyak 1000 pondok pesantren sudah tergabung dengan program ini.

“Pesantren mandiri setidaknya memiliki usaha yang profesional, guna mendukung operasional pesantren dan unit pendidikan belajar mengajar yang terarah dan sistematis. Sehingga dampak kehadiran pesantren secara lebih luas, mampu menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan dan pengangguran untuk menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen OPOP Jatim Mohammad Ghofirin menyatakan, saat ini terdapat sekitar 750 jenis produk dari pondok pesantren yang tergabung dalam OPOP. “Diharapkan, dalam 2 tahun ke depan, akan ada 250 produk baru dari pondok pesantren. Untuk itu, selama 3 hari ini kami mengundang sekitar 110 pesantren, untuk memberikan edukasi dan pemahaman yang utuh tentang program OPOP,” ujarnya.

“Banyak faedah yang didapat pondok pesantren, dengan bergabung dalam OPOP. Ada aspek kelembagaan, SDM, serta produk dan pemasarannya. Harapannya, mulai bulan ini hingga akhir tahun, mereka mempersiapkan diri. Apabila belum memiliki koperasi pesantren, diharapkan segera mendirikan. Jika belum memiliki produk, segera memikirkan untuk membuat produk dan pemasarannya.Termasuk menyiapkan SDM. Sehingga pada Januari 2023, Teman-teman ini sudah siap menjadi anggota OPOP. Sehingga pesantren dapat berdaya dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. @Nto tze


 

48

Baca Lainnya