Daerah Peristiwa

Minggu, 9 Oktober 2022 - 22:40 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Ustad Sami'an S.Pdi.

Foto : klikku.net dok.

Ustad Sami'an S.Pdi. Foto : klikku.net dok.

Sami’an S.Pdi Sampaikan Tausiah Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Rahmat Petemon Surabaya

Surabaya | klikku.net – Ustad Sami’an S.Pdi penceramah kondang alumni dari Pondok Pesantren Langitan, menghadiri kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Rahmat pada Minggu (9/10).

Sami’an dalam tausiahnya menyampaikan momen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada baginda Rasulullah SAW.

Tentunya tidak sekadar memperingati melainkan momen kelahirannya saja namun juga momen mengambil hikmah dari ahlak Rasulullah dengan meneladaninya. Ust Sami’an mengingatkan Nabi Muhammad adalah uswatun hasanah, keberadaannya didunia ini adalah untuk memperbaiki akhlak manusia dibumi.

Dia menyebutkan diantara teladan Rasulullah SAW adalah kasih sayang antar sesama muslim namun bersifat tegas dan keras terhadap orang-orang kafir.

Ust Sami’an tidak menampik jika terdapat faham yang tidak memperingati maulid. Akan tetapi hal tersebut tidak perlu memunculkan gesekan diantara umat islam.

“Apapun aliran kita, apapun faham kita, apapun mazhab kita, tata cara kita beribadah, yang substansi mari kita substansikan yang furu’iyahnya (perbedaan) mari tidak kita jadikan permasalahan,” kata di dalam pesannya.

Pada akhirnya Ust Sami’an mengajak jama’ah yang hadir pada acara tersebut untuk mengenal Rasulullah, termasuk melalui tausiyah yang disampaikan sebagai rangkaian acara maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebagiamana permintaannya agar menguraikan ahlak dan teladan Rasulullah, dalam tausiyahnya dia juga menyampaikan sejumlah ahlak Rasulullah, termasuk kecintaan kepada umatnya.

Lebihlanjut Sami’an penceramah kondang itu menegaskan kecintaan Rasulullah kepada umatnya diantaranya ditunjukkan dengan meminta kepada Allah SWT agar seluruh umatnya dijauhkan dari api neraka.

Nabi juga tidak menginginkan kekayaan sebaliknya justru Nabi ingin hidup miskin. Bahkan Nabi SAW juga pernah berdo’a agar Allah menghidupkan dan mematikan serta menggolongkannya diantara orang-orang miskin. Dipenghujung hayatnya bahkan Nabi masih mengingat umatnya. Tiga pesan terakhir Nabi adalah agar menjaga shalat, menjaga kaum perempuan dan menjaga umat.

Memperbanyak sholawat adalah salah satu cara mencintai Rasulullah. Selain itu menjaga warisan dan sunahnya, yaitu Al-Quran dan hadist adalah cara mencintai lainnya. Dengan sering membaca Al-Quran, menghayati dan mengamalkan sunnahnya itu menunjukkan kecintaan kepada Nabi.“Memperingati maulid ini menandakan bahwa kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa Nabi SAW adalah Rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT kepada umat manusia.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diawali dengan Khotmil Qur’an dan diikuti seluruh pengurus Masjid.


Editor : Anam

Reporter : (Hasin)

440

Baca Lainnya