Surabaya | klikku.net – Untuk memperingati Hari Pengobatan Tradisional Sedunia, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS) bersama Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya, menggekar baksos kesehatan di halaman Masjid Cheng Hoo Surabaya, Minggu (23/10).
Kegiatan yang diikuti sekitar 120 peserta ini, didukung DPD Jatim Perkumpulan Naturopatis Indonesia, Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia, Universitas Katolik Darma Cendika, World Federation of Chinese Medicine Societies (WFCMS), dr. Koemala Widjaja.,SpS.,FIN, serta Lab Pintar dan Klinik Keluarga Pintar.
Menurut Ketua YHMCHI H. Abdullah Nurawi, dalam kegiatan ini digelar beberapa jenis pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, seperti terapi akupuntur, akupresur, periksa kadar creatine untuk melihat fungsi ginjal, serta kadar lemak dalam tubuh.
“Kami rutin menggelar baksos kesehatan. Kali ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya. Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjend PMTS Rasmono Sudarjo menyatakan, bahwa paguyuban sangat mendukung segala macam kegiatan baksos, termasuk baksos kesehatan.
“Semoga kegiatan baksos kesehatan ini, bisa bermanfaat untuk masyarakat Surabaya,” ungkapnya.
Drg Anon Wijayanti dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan bahwa Pemkot Surabaya sangat mendukung baksos kesehatan di Masjid Cheng Hoo ini.
“Kami sangat mendukung baksos pengobatan tradisional. Karena kami juga memiliki 63 tenaga kesehatan tradisional, yang tersebar di seluruh Puskesmas Surabaya. Kami berharap agar baksos kesehatan yang digelar tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, untuk menjaga kapasitas tenaga kesehatan tradisionalnya, penggunaan kadar ramuan, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ivan Hartanto Sinarso, S.M. selaku owner Lab Pintar dan Klinik Keluarga Pintar menyampaikan, dalam kegiatan ini pihaknya menyediakan 100 dosis pemeriksaan ginjal gratis untuk peserta baksos.
“Saat ini sedang ramai kasus gagal ginjal akut. Jadi kami mendukung YHMCHI menggelar baksos kesehatan, khususnya ginjal, bagi masyarakat,” ujarnya.
“Metodenya adalah dengan memeriksa kadar creatine dalam darah. Jika kadarnya tinggi, menunjukkan ada masalah dengan fungsi ginjal. Untuk itu, pasien bisa segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk tindakan medis selanjutnya,” tambahnya.

Suryawan SE, B.Med., M.Med. selaku Wakil Ketua Konsil Kesehatan Tradisional berharap, masyarakat semakin mengenal terapi akupuntur dan pengobatan tradisional lainnya.
“Kami senantiasa berusaha membenahi tenaga kesehatan pengobatan tradisional, Sehingga dapat memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Kegiatan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustad Hasan Basri. Sementara itu, selain mendapat pemeriksaan dan pelayanan kesehatan pengobatan tradisional. Setiap peserta juga mendapatkan bingkisan dari PT. Saras Subur Abadi. Serta minuman susu Ensure gratis dari PT Abbott. @Nto tze
