Surabaya | klikku.net – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan, bahwa demokrasi masih relevan di Indonesia.
Hal itu ia sampaikan saat menutup Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2022 di Airlangga Convention Center (ACC) Surabaya, Minggu (30/10).
“Demokrasi ini sudah diuji. Melalui berbagai pemberontakan yang berhasil kita tumpas, Melalui pemilu proses konstitusional, proses demokrasi dengan ideologi Pancasila selalu menang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, bahwa saat ini sudah tidak waktunya lagi berdebat tentang cocok tidaknya sistem demokrasi dengan negara Indonesia.
“Jika ada yang mengatakan bahwa demokrasi sekarang kebablasan, demokrasi jelek, itu sejak dulu selalu ada, dari tahun 1945 sampai sekarang. Setiap pemerintah selalu dikritik tidak demokratis,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa jika memang harus diganti, sistem pengganti demokrasi belum tentu baik dan relevan dengan Indonesia.
Oleh karena itu, topik yang diangkat oleh Konferensi FRI 2022 sejalan dengan kondisi Indonesia saat ini.
“Sangat relevan dibahas saat ini, dan sangat relevan untuk peran pembangunan demokrasi pemerintahan, politik dan keamanan. Karena itu sesuai dengan tema pertemuan rektor kali ini, yaitu menuju Indonesia emas 2045,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, bahwa pemerintah akan membangun demokrasi yang sehat dan bermartabat. Salah satunya melalui konferensi FRI 2022, yang sesuai dengan harapan bersama menuju Indonesia emas tahun 2045.
Ia juga sepakat dengan apa yang disampaikan dalam konferensi FRI 2022, yakni jika demokrasinya sehat maka penegakan hukumnya juga akan sehat, dan semuanya akan terlayani dengan baik.
“Substansinya, kita harus menjadikan tahun 2024 dengan melakukan program pembaharuan, atau pemajuan terhadap apa yang kita lakukan. Terutama menyangkut demokrasi dan penegakan hukum,” pungkasnya. @Nto tze
