Pemerintahan Transportasi

Kamis, 22 Desember 2022 - 15:28 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Pertama di Indonesia, Transportasi Umum Bus Listrik Beroperasi di Surabaya

Surabaya | klikku.net – Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Kota Surabaya, meluncurkan Bus Listrik Trans Semanggi Suroboyo untuk mendukung angkutan Buy The Service (BTS) di Alun-alun Surabaya, Selasa (20/12). Peluncuran bus listrik BTS ini, merupakan yang pertama di Indonesia.

Peresmian bus listrik itu ditandai dengan pemotongan pita, yang dilanjutkan dengan pemecahan kendi oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Suharto, bersama jajaran Kemenhub lainnya.

Setelah diresmikan, mereka juga langsung mencoba bus listrik itu dari Alun-alun Surabaya dan kembali lagi ke tempat tersebut.

Menurut Suharto, dari 10 kota BTS, Surabaya menjadi yang pertama di Indonesia.

“Tujuannya supaya target emisi di Surabaya Raya ini, semakin lama semakin menurun. Jadi, pada intinya bagaimana kita punya kontribusi yang positif untuk Kota Surabaya. Dalam rangka berperan menyehatkan masyarakat melalui penurunan emisi itu,” ujar Suharto.

Ia berharap, ke depannya sejumlah angkutan umum di Trans Semanggi, secara bertahap bisa diganti menggunakan bus listrik. Selain tidak ada emosi gas buang, juga tidak menimbulkan kebisingan.

Ia menegaskan, Surabaya menjadi yang pertama di Indonesia, karena memiliki komitmen yang kuat, didukung Wali Kota, DPRD, dan warganya.

“Nantinya, total sebanyak 17 bus listrik akan beroperasi di Surabaya. Masih bertahap, karena sisanya masih dalam proses produksi dan karoseri,” pungkasnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Suharto, saat meresmikan pengoperasian Bus Listrik Trans Semanggi Suroboyo

Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Perhubungan. Karena Surabaya menjadi yang pertama mengoperasikan bus listrik.

“Bus ini sangat aman dan nyaman. Dengan kapasitas penumpang sebanyak 28 orang, Nantinya akan melayani Koridor 3, dan berhenti di 62 titik. Sedangkan tarifnya sebesar Rp6200, dengan sistem pembayaran cashless atau non tunai, menggunakan uang elektronik dan QRIS. Sementara untuk veteran, lansia dan pelajar, kami gratiskan,” ungkap Eri. @Nto tze


 

316

Baca Lainnya