Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Selasa, 21 Februari 2023 - 07:52 WIB

3 tahun yang lalu

logo

BI Dukung Langkah Pemprov Jatim Dalam Mengendalikan Inflasi di Jawa Timur

Surabaya | klikku.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta agar seluruh bupati/walikota di Jawa Timur rajin blusukan, untuk mengetahui situasi perkembangan pasar.

Hal itu ia sampaikan, saat memimpin High Level Meeting (HLN) dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Bersama Forkopimda Jawa Timur, di JW Marriott Hotel Surabaya, Senin (20/2).

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan, jika Inflasi tidak terkendali dan tertangani dengan baik. Maka akan berdampak pada angka kemiskinan dimasing-masing daerah.

“Kegiatan ini penting, untuk mensinkronkan langkah-langkah kepala daerah dalam membangun sinergitas pengendalian inflasi. Untuk itu kami meminta semua Bupati dan Walikota, agar sering sering blusukan mengetahui perkembangan pasar,” ujarnya.

Khofifah juga mengaku geram dengan fenomena naiknya harga beras di Jatim. Sebab, Jatim yang merupakan lumbung pangan, tengah mengalami krisis stok beras di lapangan. Padahal, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, stok beras di Jatim surplus 3,1 juta ton.

Ia juga mendorong setiap daerah mempersiapkan stockist di area pasar-pasar rakyat, untuk menampung beras. Stockist semacam ini, sudah berdiri di Surabaya, Malang Raya dan Gresik. “Jika ada kebutuhan, maka tidak perlu lagi menggerakkan dari Kantor Bulog,” paparnya.

Khofifah juga memastikan, telah melakukan berbagai ikhtiar dalam bidang ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Termasuk, upaya agar petani mendapatkan kemudahan mengakses pembiayaan Alsintan.

Ia juga menelurkan sejumlah poin-poin arahan penting. Diantaranya Pemerintah Provinsi Jatim, Pemkab dan Pemkot, bersama Satgas Pangan, harus melakukan sinergi dan koordinasi dengan Gapoktan, PERPADI, Distributor, dan Perum Bulog. Agar terwujud stabilisasi pasokan dan harga pangan (komoditas beras) di Jatim.

Selain itu, juga memperkuat fungsi Bulog sebagai penyedia Cadangan Beras Pemerintah (CBP), tidak boleh kurang dari 1,2 juta ton.

“Secara on-farm, peningkatan ketersediaan pasokan dilakukan dengan menggalakkan masa tanam lebih cepat, serap gabah beras petani, penyusunan pola tanam dengan pendekatan teknologi pertanian terpadu, serta optimalisasi pengamanan produksi,” ungkapnya.

“Berikutnya, digitalisasi pemasaran produk pertanian dan mendorong adanya food station, peningkatan kerja sama antar daerah, dan pelaksanaan operasi pasar dilakukan sewaktu-waktu oleh semua kabupaten/kota. Apabila komoditas tertentu mengalami kenaikan harga yang signifikan. Dan optimalisasi penggunaan BTT untuk subsidi ongkos angkut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim Budi Hanoto mengatakan, Gubernur Khofifah melakukan langkah tepat dalam pengendalian inflasi. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar beras murah.

Kepala KPw BI Jatim Budi Hanoto (kiri)

Menurutnya, pada HLM ini telah dibahas langkah-langkah pengendalian inflasi, khususnya menjelang hari besar keagamaan nasional.

“Diantaranya adalah koordinasi dan sinergi yang kuat, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan pasokannya, serta komunikasi yang bagus. Agar belanja dengan lebih bijak. Tentunya, BI dan Pemprov Jatim, mendukung semua sinergi ini. Khususnya dalam menentukan program-program yang lebih detail di level kabupaten kota,” pungkasnya. @Nto tze


 

414

Baca Lainnya