Internasional Nasional Pemerintahan

Sabtu, 29 April 2023 - 10:08 WIB

4 tahun yang lalu

logo

BP2MI Tegaskan Indonesia Tidak Pernah Mengadakan Perjanjian Kerja dengan Sudan

Jakarta | klikku.net – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menegaskan, bahwa Pemerintah Indonesia tidak pernah mengadakan ikatan perjanjian kerja bersama dengan negara Sudan.

Hal ini disampaikan Kepala BP2MI Benny Ramdhani, yang sekaligus mengimbau Pekerja Migran Indonesia (PMI), untuk berhati-hati memilih negara penempatan.

“Kalau di Sudan sudah pasti ilegal. Sebab Sudan bukan negara tujuan, karena merupakan negara konflik. Dan Indonesia tidak pernah mengikat perjanjian penempatan kerja PMI ke negara konflik,” ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat (28/4).

Ia menyayangkan, masih adanya PMI yang bekerja secara ilegal di negara tersebut. Meski hal ini merupakan kesalahan negara, yang belum bisa secara maksimal memberikan perlindungan pada rakyatnya.

“Hal terpenting yang harus dijamin oleh negara, adalah mampu melakukan pencegahan, mengevakuasi, hingga bertanggung jawab terhadap pemulangan PMI, sampai ke daerah asalnya dengan selamat,” tambahnya.

Terkait dengan nasib para pekerja di Sudan. Saat ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sedang melakukan proses evakuasi secara bertahap.

Benny menyatakan, bahwa pemulangan para PMI harus ditanggung oleh negara. Meski pemberangkatannya, dilakukan secara ilegal.

“Hukum tertinggi negara adalah keselamatan warga negaranya. Jadi tidak boleh mempersoalkan lagi, apakah dulu berangkatnya resmi atau tidak,” katanya.

“Kita tidak boleh menyalahkan rakyat kita. Yang salah adalah negara, karena tidak mampu melakukan proteksi. Kenapa negara gagal melakukan pencegahan. Jadi negara harus sadar diri karena negara salah, mereka mengambil alih tanggung jawab pemulangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Retno Marsudi Menteri Luar Negeri menyampaikan, sebanyak 385 warga negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi dari Sudan sudah tiba di Indonesia. Evakuasi tahap pertama itu, dilakukan melalui Jeddah, Arab Saudi.

Sebanyak 385 WNI yang terdiri dari 248 perempuan, 137 laki-laki, dan 43 anak-anak tersebut, mendarat sekitar pukul 05.46 WIB di Jakarta dengan selamat, menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 991.

Setelah tiba, para WNI yang tiba akan diinapkan sementara di Asrama Pondok Gede. Agar pulih dari proses evakuasi yang panjang dan melelahkan.

Pemulangan evakuasi dari Sudan ke Indonesia kedua, akan dilakukan pada 29 April, dan tiba di Indonesia 30 April. Sementara pemulangan tahap ketiga, yang menutup seluruh proses evakuasi akan dilakukan pada 30 April, dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara (AU). @Nto tze


 

106

Baca Lainnya