Surabaya | klikku.net – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, berencana memasukkan kurikulum kebencanaan ke sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP.
Untuk mewujudkan itu, mekanismenya masih dalam pembahasan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.
“Ini masih dikoordinasikan lagi sama BPBD,” kata Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh, Kamis (4/5).
Menurutnya, koordinasi tak hanya membahas detail penerapan kurikulum kebencanaan. Tapi juga memudahkan proses penerapan sosialisasinya.
“Harapan saya, koordinasi sama teman-teman BPBD biar satu visi,” ujarnya.
Meski kurikulum belum diterapkan, tetapi sosialisasi kebencanaan bagi pelajar SD dan SMP sudah berjalan. Terutama, memprioritaskan sekolah yang memiliki model bangunan bertingkat, dan berlokasi di kawasan pesisir Kota Surabaya.
“Sudah jalan, UKS (Unit Kesehatan Sekolah), ketertiban atau trantibum, kebencanaan itu sudah jalan,” ucapnya.
Nantinya garis besar kurikulum kebencanaan, bukan melatih siswa menjadi petugas penanganan. Tetapi mengedukasi dan membangun kesadaran para pelajar, soal tata cara evakuasi saat terjadi bencana alam.
“Kemarin ada yang tanya kok anak-anak dilatih PMK. Bukan begitu. Tetapi anak-anak dilatih untuk mengamankan dirinya,” ujar Yusuf.
Ketika terjadi bencana gempa bumi, siswa harus mengetahui langkah awal penyelamatan diri. Sekaligus mengetahui keberadaan titik aman untuk berlindung.
“Bukan bermaksud melatih anak-anak jadi petugas. Tetapi melatih dirinya untuk berkembang dan bermanfaat bagi temannya juga,” tambahnya.
Yusuf tak menampik, mekanisme menghadapi bencana alam harus ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini.
Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah mengusulkan kurikulum kebencanaan untuk sekolah.
Hal itu berkaca dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Surabaya. Berdasarkan data yang diterima Panitia Khusus (Pansus) LKPj Wali Kota Surabaya, selama tahun 2022 terdapat 8.977 jenis kejadian kedaruratan
Rinciannya, kecelakaan mencapai 4.846 kejadian, darurat medis 3.099 kejadian, kebakaran 303 kejadian, pohon tumbang 191 kejadian, serta penemuan jenazah 177 kejadian.
Kemudian untuk genangan 153 kejadian, rumah roboh 106 kejadian, orang tersesat 43 kejadian, masalah hewan 41 kejadian, orang meninggal mendadak 11 kejadian dan orang tenggelam tujuh kejadian.
Ketika dipetakan berdasarkan wilayah, didapati kejadian kedaruratan di Surabaya Timur dengan 2.624 kejadian, Surabaya Selatan 2.609 kejadian, Surabaya Pusat 1.676 kejadian, Surabaya Barat 1.170 dan Surabaya Utara 898 kejadian.
