Nasional TNI

Kamis, 18 Mei 2023 - 05:50 WIB

3 tahun yang lalu

logo

KSAL Resmikan Dua Kapal Perang Perkuat Armada Indonesia Timur

Surabaya | klikku.net – KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali secara resmi melakukan Shipnaming Kapal Cepat Rudal (KCR) 60m kelima dan keenam di Dermaga Semenanjung Barat, Divisi Rekayasa Umum, PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu (17/5).

Kedua kapal KCR 60m ini, resmi diberi nama KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626. Menurut Muhammad Ali, pemilihan nama kapal merupakan simbol atas harapan dan cita-cita untuk kedua kapal tersebut.

“Kapak dan Panah diambil dari nama senjata tradisional suku Asmat Papua Barat. Yang memiliki keunggulan kuat, kokoh, dan tajam. Digunakan sebagai simbol jati diri yang mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan di wilayah Papua bahkan NKRI,” ujarnya.

“Penggunaan nama senjata tradisional dari Papua tersebut,juga sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan bangsa Indonesia sekaligus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari NKRI,” tambahnya.

Dengan nama itu, dia ingin kapal tersebut dapat mewujudkan filosofi Kapak. Yang tahan terhadap berbagai tantangan. Baik tantangan alam maupun serangan musuh.

Sedangkan nama Panah, sebagai senjata yang elastis, tidak dapat dibelokkan setelah dilepas, dan melesat cepat menuju sasaran.

“KRI Panah-626 sebagai simbol filosofi alat pertahanan dan berburu. Yang dapat membidik sasaran secara cepat, akurat, serta kemampuan fisik yang kuat dan tanpa ragu,” ungkapnya.

Muhammad Ali juga mengatakan, bahwa hadirnya kedua kapal perang itu, sebagai manifestasi dari upaya pemenuhan kebutuhan alutsista TNI Angkatan Laut. Yang sesuai dengan perencanaan strategi dan postur kekuatan yang telah ditetapkan.

“Dengan dibangunnya kedua kapal ini akan semakin meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan negara. Dalam mengamankan kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan di laut,” ucapnya.

Sementara itu, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyatakan, kedua kapal tersebut juga telah sukses menjalankan Sea Acceptance Test (SAT) dengan mampu mencapai kecepatan rata-rata melebihi kecepatan yang disyaratkan dalam kontrak.

“KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626 merupakan proyek KCR 60 meter pertama yang efektif dalam satu kontrak, termasuk didalamnya pembangunan platform kapal, instalasi, dan integrasi senjata utama,” ucapnya.

Hal tersebut menurutnya, sekaligus menunjukkan bahwa dari sisi desain, performance dan stability tidak ditemukan masalah berarti.

“Justru pencapaian tersebut menjadi wujud improvement terhadap varian KCR 60m,” ungkapnya.

Kedua KCR 60m tersebut telah berhasil melalui beberapa rangkaian uji kelayakan Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT), hingga Life Firing Test (LFT).

Selain itu, juga dinyatakan lulus dalam Commodore Inspection yang merupakan pengujian terakhir oleh para perwira tinggi dari Kementerian Pertahanan RI, dan Mabes TNI AL dengan performa excellent.


 

223

Baca Lainnya