Pendidikan

Rabu, 27 September 2023 - 15:13 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Lantunan Sholawat Nabi dan Hadirkan Empat Rohaniawan Agama Berbeda, Warnai Wisuda Unusa 2023

Surabaya | klikku.net – Lantunan Sholawat Nabi yang dipimpin Rektor Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie., M.Eng., mengawali kegiatan Wisuda Unusa 2023.

Kegiatan yang digelar menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H di Dyandra Convention Hall Surabaya ini, diikuti 1.071 mahasiswa, Rabu (27/9).

Yang cukup menarik, selain Sholawat Nabi yang dilantunkan oleh ribuan wisudawan dan keluarganya. Kegiatan ini juga menghadirkan rohaniawan dari empat agama, yakni Islam, Katolik Kristen & Hindu.

Menurut Rektor Prof Achmad Jazidie, kehadiran empat rohaniawan tersebut untuk mendampingi pengambilan sumpah para wisudawan terlantik yang berasal empat agama.

“Karena peserta pelantikan dan pengambilan sumpah wisudawan kali ini diikuti empat agama. Maka kami menghadirkan empat rohaniawan, untuk mendampingi pembacaan sumpah atau janji,” ujarnya.

“Ini menunjukkan, bahwa peserta didik Unusa memang tidak hanya yang beragama Islam,” ungkapnya.

Margaretha Kolo, salah satu wisudawan beragama Khatolik bercerita tentang pengalamannya berkuliah di Unusa. Biarawati ini mengungkapkan, awal pertama tiba di Surabaya, dia mendapatkan rekomendasi dari seorang teman untuk menempuh pendidikan di Unusa.

“Awalnya saya ragu, karena universitas ini milik Nahdlatul Ulama (NU). Tapi ketika mendaftar dan bertemu dengan bapak Rektor. Saya diyakinkan jika di kampus ini tidak ada diskriminasi,” ujarnya.

“Saya merasa sangat diterima di Unusa. Dan saya memaknainya sebagai sebuah panggilan, untuk berada di kampus yang mahasiswanya, sebagian besar beragama Islam. Tidak ada kekhawatiran apa pun dalam diri saya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, diawal perkuliahan, dirinya sempat menjadi pusat perhatian. Sebab, alih-alih mengenakan jilbab sebagaimana mahasiswa muslim lainnya. Dia tetap mengenakan pakaian biarawati saat kuliah.

“Selama kuliah di Unusa, saya juga ikut belajar agama Islam. Ini yang membantu saya untuk memahami lebih banyak tentang ajaran agama, serta nilai-nilai universal seperti cinta kasih,” ungkap perempuan kelahiran, Oekolo, NTT, 30 Mei 1994, yang lulus Program Studi Gizi.

Sejumlah mahasiswa lain yang beragama Hindu seperti Ni Komang Sukrati, Suryaningtyas yang beragama Kristen, serta Yuni Safritri Rambu Rauna Bela yang beragama Katolik, juga bercerita terkait pengalaman berkuliah di Unusa sebagai mahasiswa Non Muslim.

Mereka mengaku bangga dan senang, dapat berkuliah di Unusa tanpa mengalami diskriminasi. Meskipun mereka tidak memakai jilbab, selama menjalani perkuliahan.


 

110

Baca Lainnya