Daerah Pendidikan

Kamis, 23 November 2023 - 17:17 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Abdul Rahman Tohir Ketua Pakis dan mantan anggota Komisi D DORD Bangkalam.

Anam dok klikku.net.

Abdul Rahman Tohir Ketua Pakis dan mantan anggota Komisi D DORD Bangkalam. Anam dok klikku.net.

Terindikasi Markup Data Siswa Pakis Minta BPKP Jatim Lakukan Audit dan Monitoring Pada Yayasan Nurul Amanah Tanah Merah

Bangkalan | klikku.net— Dari adanya persoalan perpindahan Noviana mantan siswa MTs Nurul Amanah, Kecamatan Tanah Merah pada Nurul Cholil kini peristiwa itu memantik perhatian lembaga Pakis (Pusat Analisa Kajian dan Informasi Strategis) akan melayangkan surat permintaan pada BPKP Jatim untuk melalukan audit dan evaluasi pada yayasan yang diduga melakukan markup data siswa.

“Maka kami merasa peduli untuk melakukan kritik dan evaluasi terhadap lembaga manapun yang terindikasi menyelewengkan anggaran negara, maka kami melakukan kajian dan memberikan kritik sehubungan ada komentar dari aktivis bahwa kami tidak diperkenankan andil peduli pada pendidikan dibawah Kemenag Bangkalan maka kami akan melayangkan surat ke BPKP Jatim untuk melakukan audit dan monitoring terhadap lembaga tersebut karena kami menduga ada noviana yang lain dengan persoalan yang sama, ingat lembaga tersebut menggunakan anggaran negara yaitu Bosda Provinsi Jawa Timur yang dikucurkan ke Kabupaten Bangkalan,” ujar Abdul Rahman Tohir bernada menyayangkan.

Pihaknya juga mengaku merasa punya kewajiban membantu pemerintah untuk melakukan pengawalan agar setiap anggaran negara bisa tepat jumlah tepat guna serta tepat sasaran dalam pengalokasiannya.

“Kami merasa tertarik melakukan evaluasi biarlah nanti lembaga pemerintah yang melakukan audit terhadap lembaga tersebut saya menduga ada data yang tidak sesuai saya menduga ada markup data antara siswa dengan data yang diajukan terhadap pemerintah untuk mendapatkan Bosda itu tidak sesuai jumlahnya tidak sesuai khawatir lembaga lain juga ada markup data, titik tekannya agar Kemenag melakukan verifikasi data faktual baik itu di Nura atau lembaga dan yayasan yang lain yang saat ini sedang berpolemik,” kata Abdul Rahman Tohir menambahkan keterangannya.


Reporter : Anam

Editor : Redaksi

595

Baca Lainnya