Bangkalan | klikku.net— Atas peristiwa Noviana mantan siswa MTs Nurul amanah Kecamatan Tanah Merah kini kian mendapat perhatian dari para pihak yang berkeinginan peristiwa tersebut bisa segera diselesaikan demi kondusifitas dunia pendidikan khususnya dibawah naungan Kemenag Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur yang sebelumnya juga direspon oleh DPRD serta LSM Pakis kabupaten setempat.
“Mudah-mudahan ini yang terakhir tidak ada lagi kejadian seperti itu, ya tadi kita sudah ketemu dengan pihak pakis ada tiga orang membicarakan hal tersebut mengapresiasi masukan dari pakis dan kita tindaklanjutkan sampai ke lapangan, kalau memang betul ya kita akan bantu pihak-pihak menyelesaikan ini merupakan presiden buruk kita juga sampaikan sebagai bahan pembinaan untuk madrasah yang lain agar tidak melakukan hal serupa,” terang Sulaiman S.Ag M.Pdi Kasi Pendidikan Madrasa (Penma) Kemenag Kabupaten Bangkalan, Jum’at (24/11) kemarin.
Bagi Sulaiman pihaknya mengaku tidak bisa menduga lebih karena yang biasa terjadi begitu, dari hal itu pihaknya menyatakan kalau dari BPKP atau auditor yang lain melakukan tugasnya maka akan membantu untuk mendapatkan datanya dengan cara pendampingan sebab menurutnya tidak ada yang mengharapkan peristiwa ini terjadi.
“Ya sebelumnya kita terbantu dengan aplikasi NIK dan NISN basis datanya sudah data NIK yang memperkecil kemungkinan untuk adanya doble counting, tapi yang namanya aplikasi buatan manusia bisa saja terjadi celah itu bisa dimanfaatkan dan ini merupakan bahan evaluasi bagi semua bagi yang di lembaga pendidikan sehingga kemudian aplikasi yang ada mungkin kalau misalnya ada celah itu bisa ditutup karena bagaimanapun aplikasi ini buatan manusia butuh sebagai bahan evaluasi penyempurnaan,” kata Sulaiman mengutarakan ungkapannya.
Selain itu perihal peristiwa Noviana mantan siswa MTs Nurul Amanah itu Sulaiman S.Ag M.Pdi Kasi Pendidikan Madrasa Kemenag Kabupaten Bangkalan mengatakan sebelumnya sudah pernah mendapatkan aduan namun paska itu sudah tidak lagi mendengar tindaklanjutnya sehingga dirinya berasumsi sudah selesai ditangani pihak terkait.
“Jadi gini mas, saya kira masalah ini sudah selesai sebab peristiwa sudah lama dua tahun lebih jadi saya kira masalah ini sudah selesai, karena saya dulu pernah kita sama-sama di Kemenag masalah itu setelah itu saya tidak mendengar lagi, Jadi memang kita masih menelusuri ini mencocokkan data yang kita lakukan mau kroscek lebih jauh sekolahnya uda memulai memulangkan siswanya dan senin kita tindaklanjuti lagi persoalannya untuk diselesaikan,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu merespon hal tersebut Dewan Pendidikan Kabupaten Bangkalan menegaskan yang perlu dilakukan evaluasi bukan pada sistem Emisnya namun lebih pada para pihak terkait yang mempunyai wewenang mandat dari negara untuk melaksanakan penerapan data tersebut.
“Bukan emisnya yang perlu dievaluasi sebab emis ini produk para pakar tapi kinerja pejabat Kemanag Bangkalan justru yang perlu dievaluasi termasuk kinerja para operatornya,” ujar Thomas Ag yang mendapat mandat dari ketua Dewan Pendidikan Bangkalan untuk menanggapi atas dugaan carut marutnya pelaksanaan data Emis di Wilayah Kabupaten Bangkalan sehingga membuat data siswa walau sudah pindah sekolah di Nurul Cholil masih tercatat aktiv di Nurul Amanah selama hampir tiga tahun.
Reporter : Anam
Editor : Redaksi
