Surabaya | klikku.net – Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF Unair) menorehkan prestasi internasional. Dimana mahasiswa FF Unair meraih juara pertama dalam kompetisi internasional Industrial Skills Event (ISE), yang diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Students Federation (IPSF) secara daring.
Mereka adalah Gerry Yahya Suryanto, Kirana Sekar Laras, Tania Permata Putri, dan Alika Sabrina Mahalaksmi, yang diumumin sebagai juara pertama ISE pada Sabtu (4/5).
Menurut Kirana, kompetisi ini menguji wawasan mahasiswa farmasi, tentang peran dan tanggung jawab apoteker dalam lingkup industri farmasi.
“Kompetisi ini diikuti 30 tim dari berbagai negara Asia Pasifik. Dimana setiap tim peserta diberi kasus untuk kemudian dianalisis. Serta diharuskan memberi solusi yang inovatif,” ungkapnya.
Pada kompetisi tahun ini, setiap tim peserta diberikan kasus yang sama untuk diselesaikan. Yakni tren penggunaan obat golongan GLP-1 RA untuk terapi manajemen berat badan. Setiap tim diminta untuk memberikan solusi terkait bagaimana memasarkan obat tersebut.
“Karena itu kami menyusun proposal untuk mengajukan GLP-1 RA, sebagai terapi yang digunakan untuk manajemen berat badan. Fokus kami adalah penanganan overweight yang ada di Indonesia. Tapi, sayangnya tidak semua obat GLP-1 RA disetujui oleh BPOM,” jelas Kirana.
Dari total 39 proposal, timnya berhasil masuk pada jajaran 5 besar. Serta berhak melanjutkan ke tahap presentasi yang dilakukan secara daring.
Kirana menegaskan, berkompetisi di tingkat internasional dan diharuskan menyelesaikan satu persoalan yang sama, memberikan banyak insight baru seputar kefarmasian bagi timnya. Sebab, pada dasarnya, topik kompetisi ini banyak membahas soal pemasaran obat di berbagai negara yang tentunya memiliki perbedaan regulasi.
“Metode pemasaran yang terbatas dikarenakan regulasi, mengharuskan kami menemukan metode pemasaran yang strategis untuk produk yang kami ajukan”, tuturnya.
“Berkompetisi secara global dengan mahasiswa farmasi se-Asia Pasifik, membuka perspektif baru untuk kami. Khususnya terkait seluk-beluk obat baru di suatu negara”, pungkasnya.
Nughie
