Internasional Pendidikan

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:38 WIB

2 jam yang lalu

logo

UNUSA Jadi Co-Host Konferensi Health Tourism Internasional di Bali

SURABAYA | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) kembali menunjukkan kiprahnya di level internasional.

Kampus ini dipercaya menjadi co-host dalam International Community Development Program (ICDP) 2026 bertema Health Tourism Community Empowerment: Strengthening Global Academic Health Tourism Networks yang akan digelar di Bali pada 22–23 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi forum pertemuan akademisi, praktisi, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas perkembangan sektor wisata kesehatan (health tourism) yang kini terus tumbuh di berbagai belahan dunia.

Dalam penyelenggaraannya, Universitas Airlangga (UNAIR) bertindak sebagai tuan rumah utama, sementara UNUSA berperan sebagai mitra penyelenggara melalui jejaring internasional World University Association of Community Development (WUACD).

Berbagai isu strategis akan menjadi fokus pembahasan, mulai layanan kesehatan internasional, telemedicine, transformasi digital kesehatan, wellness tourism, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan sektor kesehatan dan pariwisata.

UNUSA juga mengirimkan empat akademisi sebagai pembicara. Mereka adalah Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K), Prof. Dr. Yusak Anshori, Dr. Pandam Nurwulan, dan dr. Merryana Adriani.

Keempatnya akan mempresentasikan hasil riset serta pengalaman praktis terkait pengembangan layanan kesehatan dan wisata kesehatan di tingkat global.

Rektor UNUSA Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., A.Eng. mengatakan keterlibatan kampusnya dalam forum tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas kolaborasi internasional sekaligus memperkuat kontribusi akademik dalam menjawab tantangan kesehatan global.

“Melalui forum ini, kami tidak hanya berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan secara luas,” ujarnya.

Selain menjadi wadah pertukaran gagasan, konferensi tersebut juga menargetkan lahirnya policy brief yang dapat menjadi rujukan pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri dalam mengembangkan sektor wisata kesehatan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Wakil Rektor III UNUSA Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto menambahkan, keikutsertaan dalam konsorsium WUACD membuka peluang lebih luas bagi UNUSA untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui partisipasi ini, UNUSA berharap dapat memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kesehatan dan kesejahteraan. AM@n


 

10

Baca Lainnya