Internasional Pendidikan

Selasa, 4 Juni 2024 - 08:30 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Gagas Oceanbone, Mahasiswa Unair Raih Gold Award WYIE di Malaysia

Surabaya | klikku.net – Mahasiswa Unair yang tergabung dalam Tim Oceanbone, meraih Gold Award dalam ajang kompetisi Internasional World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2024, yang diselenggarakan Malaysian Invention and Design Society (MINDS) di Malaysia.

Tim Oceanbone terdiri dari Anis Widya Astuti, Cahyan Irfan Syach, Muhammad Wisnu Maulana, Gabriel Letare Napitupulu, Gregorius Steven Haryanto dari FTMM, Tsabita Arinal Haq dari FST, dan Fransiska Novalina Marbun FPK.

Dalam WYIE 2024, mereka berhasil membawa pulang predikat gold award. Setelah bersaing ketat dengan 700 tim yang berasal dari 15 negara. Di antaranya Tiongkok, Saudi Arabia, Malaysia, Oman, Thailand, Hongkong, Taiwan, Korea, Australia, Qatar, Vietnam, UAE, Amerika Serikat, dan Kanada.

Menurut Anis Widya Astuti selaku ketua tim, kegiatan ini bertujuan untuk merayakan kreativitas dan kecerdasan anak muda.

“Selain itu, juga memberikan solusi inovatif untuk tantangan global. Jadi, tidak heran kalau pesertanya berasal dari berbagai manca negara”, ujarnya, Senin (3/6).

Anis menambahkan, inovasi yang mereka bawa, sebelumnya menjadi juara pertama dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS).

“Tidak ingin berhenti hanya ditingkat nasional saja. Kami ingin mempromosikan inovasi tersebut ke skala yang lebih tinggi. Dan kami rasa WYIE merupakan kompetisi yang tepat. Karena dihadiri banyak exhibitor, researcher, dan investor, yang dapat membantu inovasi kami terus berkembang”, ungkapnya.

“Kompetisi ini juga memberikan kesempatan bagi kami untuk berkolaborasi dengan tim-tim lain, dari seluruh dunia. Untuk belajar dari ide-ide mereka. Serta mendapatkan umpan balik berharga dari para profesional di bidang industri dan akademisi”, tutur Anis.

Oceanbone merupakan teknologi yang dirancang secara otomatis, untuk mendeteksi dan mengumpulkan sampah plastik di laut. Alat ini menggunakan robot pembersih pantai dan robot pembersih laut, yang dapat beroperasi bahkan di area yang sulit terjangkau.

“Sistem deteksi dalam Oceanbone mengintegrasikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dengan Internet of Things (IoT). Sehingga, Oceanbone bisa menjadi solusi inovatif untuk menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan”, ujarnya.

Oceanbone juga dapat mengolah sampah plastik melalui sistem Intermediate Treatment Facility (ITF), yang menghasilkan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar. Karena Oceanbone juga mendukung adanya pembangunan keberlanjutan dalam SDGS ke-14. Yakni berupa inovasi berbasis ekonomi biru yang memiliki dampak sistemik, dari sisi lingkungan, ekonomi, sosial, dan energi terbarukan.

Mewakili tim Oceanbone, Anis menyatakan rasa bangganya, karena telah berhasil menciptakan solusi bermanfaat bagi lingkungan.

“Harapannya, pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain, untuk terus aktif dalam kegiatan ilmiah dan berinovasi. Kami juga mendorong mahasiswa melalui kegiatan-kegiatan lomba, untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat, melalui ide-ide kreatif dan solusi inovatif”, pungkasnya.


@man

1315

Baca Lainnya