Internasional Pariwisata Pendidikan

Senin, 29 Juli 2024 - 12:13 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Berlangsung Meriah, 1300 Partisipan Hadiri Opening Ceremony ICAS 13

Surabaya | klikku.net – The 13th International Convention of Asian Scholars (ICAS) resmi dibuka melalui Opening Ceremony and Gala Dinner di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Minggu (28/7) malam.

Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak turut mengapresiasi dedikasi seluruh tim Airlangga Institute of Indian Ocean Crossroads (AIIOC), sebagai sekretariat pelaksanaan ICAS ke-13.

Dia turut merasa bangga, dapat bekerja sama dengan International Institute for Asian Studies (IIAS). Serta mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggara ICAS 13.

Apalagi ICAS merupakan salah satu konferensi bergengsi dan terbesar di dunia. Tahun ini juga pertama kalinya ICAS diselenggarakan di Indonesia.

“Ini merupakan kehormatan yang sangat besar bagi UNAIR, menjadi tuan rumah pertama ICAS 13 di Indonesia. Ini menjadi bukti komitmen UNAIR untuk membina kemitraan akademis global dan berkontribusi pada komunitas akademik global,” tuturnya.

Pada malam ceremony tersebut, turut hadir Hilmar Farid PhD, selaku Direktur Jenderal Kebudayaan. Menurut Hilmar Farid, konferensi internasional seperti ICAS, merupakan peluang emas bagi para pemuda. Karena dapat banyak belajar lewat berbagai diskusi panel yang membahas isu-isu terkini dan diisi oleh pembicara yang luar biasa.

“Bagi kami, ini adalah kesempatan yang bagus bagi muda-mudi Indonesia untuk terlibat di dalam setiap perbincangan hebat ini, anak muda harus bisa gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya,” tuturnya.

Dia juga mengapresiasi konsep dari ICAS 13 yang mengusung tema Crossways of Knowledge dengan konsep konferensi festival. Melalui konsep tersebut, memungkinkan adanya pertukaran ilmu pengetahuan yang interaktif. Tidak hanya pada sesama akademisi, tapi juga antara akademisi, praktisi, hingga masyarakat lokal.

“Konferensi ini tidak hanya terdiri dari diskusi tetapi juga memungkinkan adanya bentuk ekspresi yang berbeda dalam perbincangan. Hal ini sangat bagus. Karena di sini kamu bisa memiliki karya seni sebagai bagian dari konferensi. Saya mengapresiasi keterbukaan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Philippe Peycam sebagai Direktur IIAS merasa bahagia dapat bekerja sama dengan AIIOC dalam menyelenggarakan ICAS ke-13. Ia mengaku takjub akan konsep conference festival yang AIIOC rancang untuk pergelaran ICAS tahun 2024 ini.

“Dalam mempraktikkan eksperimen baru mengenai keterlibatan intelektual, kami beruntung menemukan rekan-rekan kami di AIIOC dan UNAIR yang mau menerima tantangan ini bersama kami,” ujarnya.

Dia juga merasa takjub dengan pesona Kota Surabaya sebagai kota metropolitan. Namun tetap memiliki banyak nilai budaya dan menjadi rumah bagi seniman dan budayawan. Keindahan akan keberagaman dan semangat inilah yang membuat IIAS memilih Surabaya sebagai tuan rumah bersama AIIOC sebagai sekretariat pelaksana.

“Kami juga segera menyadari, berkat sejumlah orang yang menjembatani, dengan begitu ICAS versi baru, sebagai ConFest, sebagai acara yang tertanam secara lokal dan terhubung secara global,” pungkasnya.


@Man

108

Baca Lainnya