Internasional Pendidikan

Jumat, 9 Agustus 2024 - 13:00 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Mahasiswa Farmasi UNAIR Raih Penghargaan Best Oral Presentation Internasional di Malaysia 

Surabaya | klikku.net – Mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga (UNAIR), Syabrina Jihan Nazihah, berhasil meraih predikat best oral presentation pada ajang International Pharmacy and Pharmaceutical Science Conference (IPPSC) 2024.

IPPSC merupakan kegiatan konferensi mahasiswa yang diadakan oleh International Medical University (IMU), Malaysia.

IPPSC 2024 berlangsung pada Senin (29/7) hingga Senin (5/8). Dimana, Syabrina mendapatkan juara pada kategori life science. Baginya, ini menjadi kebanggan tersendiri untuk dapat meraih juara dalam sebuah ajang yang tidak hanya diikuti oleh sarjana, tetapi juga doktor hingga profesor.

“Karena ini konferensi internasional. Jadi pesertanya dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Slovenia, dan lain sebagainya. Selain itu, pesertanya juga berasal dari berbagai jenjang, ada yang sarjana, doktor, bahkan profesor,” ujar Syabrina.

Dia menambahkan, kategori life science merupakan kategori yang berfokus kepada farmakologi toksikologi, bioteknologi, cancer biology, dan cell biology.

“Materi yang aku bawakan dalam konferensi ini, adalah tugas akhir atau skripsi. Dosen pembimbing juga turut andil, yang menyarankan aku untuk mengikuti konferensi,” tandasnya.

Presentasi tersebut berjudul Maternal Quercetin Administration Protects Adult Offspring’s Mental Health Via Preserving Hippocampus and Amygdala Neurophysiology. Presentasi itu, merupakan hasil risetnya yang meneliti tentang efek pemberian kuersetin pada keturunan mencit dengan model prenatal stress.

“Dosen pembimbingku menyarankan, agar penelitianku dapat ikut ajang konferensi. Kemudian, aku juga merasa kalau ini bisa jadi peluang. Ini karena topik yang aku bawakan menarik dan jarang untuk dibahas. Apalagi menyangkut tentang dampak gangguan mental menggunakan model hewan coba,” terangnya, saat menjelaskan salah satu alasannya mengikuti ajang itu.

Syabrina mengaku, bahwa terdapat beberapa tantangan yang ia hadapi saat mengikuti konferensi ini.

“Tantangan untukku adalah waktu pembuatan powerpoint, yang sedikit terburu-buru karena berdekatan dengan tanggal semhas (seminar hasil, red). Sehingga harus segera revisi dan membuat powerpoint baru untuk conference. Selain itu, kita harus meringkas seluruh materi dari pendahuluan hingga kesimpulan supaya bisa dipresentasikan dalam waktu 10 menit,” paparnya.

Di akhir, Syabrina mengimbau kepada mahasiswa lain supaya terus belajar dan tidak patah semangat untuk mencari peluang dan kesempatan.

“Berani mencoba dan jangan takut untuk memulai hal baru. Yang paling penting dari hal baru adalah pengalamannya. Dan yang penting, jangan pernah merasa pesimis dengan kemampuan yang dimiliki”, pungkasnya.


@Man

229

Baca Lainnya