Pendidikan

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:20 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Meski Sempat Ragu, Savitri Zuhilda Akhirnya Justru Jatuh Cinta pada Profesi Bidan

Surabaya | klikku.net – Menjadi seorang bidan awalnya tidak pernah terbayangkan oleh Savitri Zuhilda, lulusan Program Profesi Bidan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Sebab, awalnya ia justru bermimpi masuk jurusan Teknologi Pangan.

Namun, dorongan dari orang tua, terutama ibunya yang juga seorang bidan, mengarahkan langkah Savitri ke dunia kebidanan.

“Ibu saya seorang bidan, tapi saya lebih tertarik ke bidang teknologi pangan. Saat lulus SMA, saya sempat gap year. Namun akhirnya orang tua mendorong saya untuk masuk jurusan kebidanan,” ujarnya, Kamis (17/10), usai pengambilan sumpah profesinya.

Mengawali perkuliahan dengan setengah hati, Savitri mengakui bahwa masa-masa kuliah S1 terasa berat. Meski begitu, tekadnya berubah drastis ketika ia memasuki tahap praktik lapangan, terutama saat terlibat langsung dalam proses persalinan.

“Saat pertama kali membantu persalinan, saya merasa sangat bangga bisa membantu seorang ibu melahirkan dengan selamat. Saat itulah saya sadar, betapa mulia profesi bidan ini,” ungkapnya.

Dari momen tersebut, Savitri mulai menemukan kecintaannya pada profesi yang kini ditekuninya. “Saya ingin membayar apa yang sebelumnya kurang maksimal selama kuliah S1. Setelah lanjut ke profesi, saya punya ambisi besar untuk menjadi bidan yang kompeten,” tambahnya.

Savitri, yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat, juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi kesehatan ibu dan anak di kampung halamannya. Meskipun jumlah bidan cukup banyak, tingkat kematian ibu dan bayi masih relatif tinggi.

“Di Bima, pemantauan kesehatan ibu dan bayi masih minim. Ini beda dengan di Surabaya, di mana proses pemantauan lebih intensif dan teratur,” jelasnya.

Karena itu, ia bertekad suatu hari akan kembali ke Bima setelah memperkaya pengalaman di Surabaya. “Saya ingin membuka praktik sendiri di sana dan membawa perubahan dalam sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya penuh semangat.

Setelah resmi diambil sumpahnya sebagai bidan, Savitri merasa bersyukur atas dukungan orang tuanya. Ia juga berterima kasih kepada Unusa yang telah memberikan bekal ilmu dan pengalaman berharga.

“Saya harap, pengalaman ini bisa menginspirasi mahasiswa lain yang mungkin masih ragu dalam menentukan jalan hidup mereka,” pungkasnya.


@Man

161

Baca Lainnya