Ekonomi Bisnis Nasional

Senin, 10 Februari 2025 - 20:28 WIB

1 tahun yang lalu

logo

OJK Jawa Timur Perkuat Sinergi untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Surabaya | klikku.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur berkomitmen dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ini sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menyampaikan bahwa sinergi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan masyarakat, menjadi kunci utama menghadapi tantangan ekonomi global dan nasional.

Menurut Yunita, hingga Desember 2024, sektor perbankan Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan solid.

“Diantaranya adalah kredit naik 8,04% (yoy) mencapai Rp614 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,73% (yoy) menjadi Rp790 triliun. Serta rasio Non-Performing Loan (NPL) turun ke 2,88%, sementara Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 29,58%”, ujarnya, Jumat (7/2/2025).

Dia menambahkan, di pasar modal, jumlah emiten IPO meningkat menjadi 47, dengan total dana Rp13,25 triliun. Skema Securities Crowdfunding (SCF) juga mencatatkan dana terkumpul Rp42,27 miliar dari 33 penerbit, mendukung UMKM di Jawa Timur.

“Untuk sektor Non-Bank juga menunjukkan kontribusi signifikan. Diantaranya premi asuransi jiwa dan umum tumbuh masing-masing 12,3% dan 10,3% (yoy). Aset dana pensiun mencapai Rp4,35 triliun, naik 2,24%”, tururnya.

“Selain itu, perusahaan pembiayaan mencatat pertumbuhan 9,94% (yoy) dengan NPF tetap rendah di 2,94%”, tuturnya. Serta Pinjaman berbasis teknologi finansial (P2P lending) tumbuh pesat sebesar 30,05%, menunjukkan adopsi teknologi keuangan yang semakin luas”, tambahnya.

OJK Jawa Timur juga meningkatkan akses masyarakat ke layanan keuangan melalui program inovatif. Diantaranya melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) menjangkau 159.000 peserta. Kredit Melawan Rentenir (K/PMR): total pembiayaan Rp2,8 triliun untuk 96.532 debitur. Dan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI): mendukung kemandirian ekonomi komunitas.

Mulai 10 Januari 2025, OJK mengambil alih pengawasan Aset Keuangan Digital dan derivatif dari Bappebti. Selain itu, OJK mendukung program pemerintah seperti penyediaan 3 juta hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pengembangan energi terbarukan, dan digitalisasi ekonomi.

OJK Jawa Timur berkomitmen memperkuat sinergi dan inovasi, untuk mewujudkan stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Transformasi digital di sektor keuangan menjadi prioritas untuk meningkatkan daya saing Jawa Timur di tingkat global.

Dengan strategi ini, OJK optimis mampu berkontribusi dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan sesuai visi Indonesia Emas 2045.


@Man

288

Baca Lainnya