Jakarta | klikku.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik yang kompleks.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, saat memimpin rapat bulanan.
Mahendra menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global saat ini cenderung stagnan, dengan inflasi di sejumlah negara maju mulai melandai. Namun, volatilitas pasar masih tinggi akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi dan dinamika geopolitik.
“Di Amerika Serikat, meski pertumbuhan ekonomi didukung konsumsi domestik, tekanan harga tetap tinggi di luar sektor energi dan pangan. Inflasi pada Januari 2025 tercatat 3% secara tahunan (yoy), sementara core CPI naik 3,3% yoy,” ungkap Mahendra.
Ia menambahkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap stabil dengan tingkat pengangguran turun ke 4%, meskipun pertumbuhan Nonfarm Payroll lebih rendah dari ekspektasi. Bank Sentral AS, The Fed, diperkirakan hanya akan menurunkan suku bunga 1-2 kali pada tahun ini.
Sementara itu, di Tiongkok, pertumbuhan ekonomi melambat dengan inflasi hanya 0,5% yoy dan indeks harga produsen (PPI) yang masih kontraksi. PMI manufaktur tetap di zona ekspansi, meski menurun ke 50,1. Kebijakan moneter Bank Sentral Tiongkok mencerminkan sikap hati-hati dengan mempertahankan suku bunga acuan.
Di dalam negeri, OJK mencatat inflasi pada Januari 2025 sebesar 0,76% yoy, dengan inflasi inti sebesar 2,26% yoy. Sektor manufaktur menunjukkan penguatan dengan PMI Indonesia naik menjadi 51,9 dari 51,2 pada bulan sebelumnya.
Kinerja perdagangan juga tetap positif di tengah perlambatan ekonomi global. Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2025 mencapai USD 3,45 miliar, meningkat 71,71% dibandingkan bulan sebelumnya.
Namun, ada penurunan di beberapa sektor domestik seperti penjualan kendaraan bermotor, semen, serta melambatnya pertumbuhan harga dan volume penjualan rumah.
Mahendra menegaskan bahwa OJK akan terus memantau dinamika global dan domestik untuk memastikan sektor jasa keuangan tetap solid.
“Kami akan terus menjaga sinergi dengan pemerintah dan Bank Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan dan mempertahankan stabilitas perekonomian,” tutupnya.
Dengan upaya ini, OJK berharap sektor jasa keuangan dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan meski di tengah ketidakpastian global.
@Man
