Nasional Pendidikan

Selasa, 15 April 2025 - 10:03 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Jadi Klaster Mandiri Dalam Penelitian, Unusa Mantapkan Riset dan Pengabdian Masyarakat

Surabaya | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) secara resmi ditetapkan sebagai perguruan tinggi Klaster Mandiri dalam bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Prestasi membanggakan ini berdasarkan Keputusan No. 1114/E5/PG.02.00/2024 yang diterima akhir tahun lalu. Apa artinya bagi Unusa dan bagaimana langkah selanjutnya?

Menurut Ketua LPPM Unusa, Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D., status Klaster Mandiri memberikan otonomi yang signifikan dan lebih luas bagi Unusa dalam pengelolaan riset.

“Unusa kini memiliki kebebasan untuk memilih reviewer internal dan menentukan proses review penelitian. T3ntunya tetap berpedoman pada aturan dan kebijakan yang berlaku”, ujarnya.

“Tujuh dosen Unusa telah memenuhi kualifikasi sebagai reviewer internal, menunjukkan kesiapan Unusa dalam menjalankan otonomi ini. Pelatihan Reviewer Kemendiktisaintek yang diadakan Selasa (15/4) di Auditorium Mini Kampus C, semakin memperkuat kapabilitas tim reviewer Unusa”, tambahnya.

Unusa tidak hanya berpuas diri. Syafiuddin menegaskan komitmen Unusa untuk terus mengembangkan roadmap riset yang telah dirancang.

“Fokusnya adalah menciptakan luaran riset yang berdampak nyata bagi masyarakat dan industri. Berbagai pusat riset seperti CEHP dan TB Center, serta kolaborasi riset antar dosen Unusa dan perguruan tinggi lain (baik dalam maupun luar negeri), menjadi kunci keberhasilan strategi ini”, ungkapnya.

Dia juga menekankan pentingnya produktivitas dan konsistensi untuk mempertahankan status Klaster Mandiri.

“Unusa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas riset dan pengabdian masyarakat, bukan sekadar berpuas diri dengan capaian yang telah diraih”, pungkasnya.

Sementara itu,

Prof. Dr. Ir. Hotniar Siringoringo, narasumber dalam pelatihan tersebut, memberikan wawasan penting tentang indikator keberhasilan mempertahankan status Klaster Mandiri.

“Indikator tersebut meliputi kinerja penelitian dosen, publikasi dosen, jabatan fungsional dosen, serta akreditasi program studi dan perguruan tinggi”, tuturnya.

Status Klaster Mandiri juga berdampak pada peningkatan anggaran penelitian dan pengabdian masyarakat. Unusa memiliki fleksibilitas lebih besar dalam memilih reviewer. Dengan satu reviewer dari Unusa sendiri dan satu lagi ditunjuk oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).

Prof. Hotniar juga mengingatkan pentingnya objektivitas dalam proses review proposal penelitian.

“Integritas dan standar penilaian yang tinggi sangat krusial untuk menjaga reputasi perguruan tinggi dan memastikan keadilan bagi semua peneliti”, ujarnya.

Untuk itu, Prof. Hotniar menjelaskan persyaratan untuk menjadi reviewer. Diantaranya memiliki gelar doktor, jabatan fungsional minimal Lektor, dan memiliki pengalaman sebagai ketua penelitian multi tahun.

“Serta memiliki publikasi di jurnal internasional bereputasi dan mengikuti bimbingan teknis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi”, pungkasnya.


@Man

71

Baca Lainnya