Situbondo | klikku.id – Perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Jawa Timur, resmi dimulai dengan acara Apel dan Pelepasan Kirab Bangga Kencana di Alun-alun Kabupaten Situbondo, Senin (23/6/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati, dan dibuka langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, bersama Wakil Bupati Ulfiyah.
Dalam sambutannya, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan kebanggaannya, atas terpilihnya daerah ini sebagai titik awal kirab menuju Jakarta.
Ia juga mengumumkan berbagai kebijakan yang mendukung penguatan keluarga, seperti meliburkan siswa setiap Sabtu untuk meningkatkan waktu bersama keluarga.
Selain itu, pemindahan pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas jauh dari keluarga menjadi salah satu langkah konkret yang diterapkan.
“Keluarga yang sehat dan bahagia membutuhkan waktu berkualitas bersama,” tegasnya.
Contohnya adalah pengurangan jarak tempuh kerja PNS yang sebelumnya menghabiskan hingga lima jam perjalanan pulang-pergi.
Yusuf juga menegaskan komitmennya terhadap isu stunting dan pernikahan dini, dua agenda utama Presiden Prabowo Subianto.
Ia menolak praktik pernikahan di bawah umur, dengan meminta lembaga peradilan tidak memberikan rekomendasi pernikahan dini. “Saya tidak mau ada anak di bawah 19 tahun menikah,” ujarnya tegas.
Dalam menangani stunting, Bupati menekankan pentingnya akurasi data. “Kami tidak membutuhkan banyak penghargaan, tetapi solusi nyata agar masyarakat bebas dari stunting,” tambahnya.
Upaya ini diperkuat dengan lonjakan anggaran kesehatan dari Rp20 miliar menjadi hampir Rp60 miliar.
Ia juga mengangkat pentingnya literasi dalam keluarga. Ia mendorong orang tua membacakan buku kepada anak-anak mereka sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang cerdas dan berkualitas.
“Kebiasaan ini akan membawa Situbondo naik kelas dalam lima tahun ke depan,” pungkasnya.
Kirab Harganas ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan. Seperti penyerahan bantuan untuk lansia, masak sehat bersama Indofood, dan kunjungan ke rumah ibu hamil serta balita.
Selain itu, ada program mendongeng, mewarnai, serta sosialisasi peran ayah di SMK 1 Panji.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati, memaparkan lima program unggulan dari Kemendukbangga, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), yang dirancang untuk memperkuat keluarga Indonesia.
Kirab Harganas ke-32 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran keluarga, mengatasi isu-isu penting, dan membangun budaya literasi yang berkelanjutan demi masa depan bangsa. @Man
