Pendidikan Peristiwa

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:48 WIB

6 jam yang lalu

logo

Ratusan Guru Surabaya Ikuti Pelatihan AI di Unusa, Belajar Bikin Media Ajar Tanpa Coding

SURABAYA | klikku.id – Sebanyak 310 guru SD dan SMP di Kota Surabaya mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu mengusung tema Transformasi Pembelajaran di Era Digital untuk Mewujudkan Guru Inovatif dan Berdampak.

Pelatihan diselenggarakan secara luring dan daring sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru menghadapi perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.

Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang penggunaan AI di dunia pendidikan, tetapi juga praktik langsung membuat bahan ajar digital, media pembelajaran interaktif, hingga Learning Management System (LMS) berbasis AI tanpa perlu menguasai pemrograman.

Dosen Program Magister Pendidikan Dasar Unusa, Dr. Asmaul Lutfauziah, menjelaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Salah satu materi yang diperkenalkan adalah Science Storybook berbantuan AI. Metode ini menggabungkan konsep sains dengan cerita sehingga materi pelajaran lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik.

“Anak-anak pada dasarnya menyukai cerita. Ketika materi sains dikemas dalam bentuk cerita yang menarik, mereka akan lebih mudah memahami konsep yang diajarkan. AI membantu mempercepat proses penyusunan bahan ajar, tetapi kreativitas guru tetap menjadi kunci utama,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa, Dr. Nafiah, mengenalkan pemanfaatan AI untuk membangun LMS dan media pembelajaran interaktif.

Melalui teknologi tersebut, guru dapat mengelola materi, tugas, kuis, hingga forum diskusi secara lebih efektif.

Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut guru tidak sekadar mengikuti perubahan. Tetapi menjadi penggerak transformasi pembelajaran di sekolah.

“AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran. Namun, peran guru sebagai pendidik tetap tidak tergantikan. Karena nilai-nilai pedagogis dan humanis, tetap menjadi inti pendidikan,” katanya.

Melalui pelatihan ini, Unusa berharap para guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berdampak. Serta menjadi agen transformasi digital di lingkungan sekolah masing-masing. AM@n


 

18

Baca Lainnya