Ekonomi Bisnis Nasional

Rabu, 9 Juli 2025 - 16:22 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Inflasi Terkendali & Neraca Dagang Surplus, OJK Optimis Ekonomi RI Tangguh

Surabaya | klikku.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik internasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang solid. Hal ini diungkapkan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) yang digelar secara virtual pada Rabu (9/7/2025).

“Perekonomian domestik masih menunjukkan resiliensi di tengah tekanan global,” ujar Mahendra.

Ia menjelaskan bahwa beberapa indikator utama ekonomi nasional terus menunjukkan perbaikan. Salah satunya adalah inflasi inti yang melandai hingga 2,37 persen (year-on-year).

Selain itu, neraca perdagangan juga kembali mencatatkan surplus pada Mei 2025, didorong oleh peningkatan ekspor sektor pertanian dan manufaktur.

“Kinerja ekspor non-komoditas berhasil mengimbangi pelemahan ekspor tambang dan komoditas lain,” ungkapnya.

Meski ada kabar baik dari dalam negeri, situasi global masih penuh tantangan. Bank Dunia dan OECD memangkas proyeksi pertumbuhan global untuk 2025–2026 akibat ketidakpastian geopolitik, terutama terkait konflik di Timur Tengah.

Ketegangan antara Israel dan Iran, ditambah dengan serangan militer AS ke fasilitas nuklir Iran, sempat mengguncang pasar global. Namun, tercapainya gencatan senjata berhasil meredakan gejolak, termasuk stabilisasi harga minyak dunia.

Di sisi lain, Federal Reserve di Amerika Serikat masih menahan suku bunga acuan (FFR) di kisaran 4,25–4,50%, sambil menunggu arah inflasi dan dampak lanjutan kebijakan perdagangan.

Menghadapi dinamika tersebut, OJK telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia. Ini termasuk penguatan sektor jasa keuangan dan pengembangan infrastruktur pasar keuangan nasional.

“Kebijakan kami fokus pada menjaga kepercayaan publik, memperkuat ketahanan lembaga keuangan, dan menciptakan pasar keuangan yang inklusif dan efisien,” tegas Mahendra. @Man


 

103

Baca Lainnya