Ekonomi Bisnis Nasional

Jumat, 18 Juli 2025 - 17:29 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Transaksi Digital Tembus Rp60 Triliun, BSPI 2025 Jadi Motor Transformasi Ekonomi RI

Malang  Raya | klikku.id — Arah baru ekonomi Indonesia kini makin jelas, yakni digital! Lewat Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, Bank Indonesia (BI) berhasil mendorong lompatan besar di sektor keuangan.

Hasilnya? Nilai transaksi digital di Tanah Air melonjak hingga Rp60,3 triliun!

Bukan angka kecil. Jumlah itu bahkan disebut setara dengan tiga kali Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, berkat sederet inovasi yang digaungkan BI, seperti SNAP, BI Fast, QRIS, hingga digitalisasi layanan keuangan di daerah.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Himawan Kusprianto, menegaskan bahwa transformasi digital ini bukan semata urusan teknologi.

“Tapi juga soal menghadirkan layanan yang inklusif, efisien, dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat,” ujar Himawan, saat acara Capacity Building Media di Malang, Jumat (18/7/2025).

Beberapa inisiatif BSPI 2025 terbukti jadi game changer. QRIS, alat bayar berbasis QR Code, kini makin merakyat. Belanja di warung, bayar parkir, hingga donasi di masjid, semua bisa dengan satu scan.

Sementara itu, BI Fast memudahkan transaksi real-time antarbank dengan biaya rendah dan keamanan tinggi. Sedangkan SNAP (Standar Nasional Open API Pembayaran) menjembatani koneksi antara bank dan fintech, membuka akses layanan keuangan yang lebih luas.

Digitalisasi tak hanya menyentuh kota besar, tapi juga mulai merambah pelosok lewat dukungan infrastruktur dan simplifikasi regulasi.

Transformasi ini juga terlihat dari angka adopsi teknologi di sektor perbankan. Tercatat, 90 persen bank di Indonesia telah menggunakan kanal digital, mulai dari mobile banking hingga internet banking.

Rasio inklusi keuangan pun terdongkrak, naik dari 48 persen menjadi 53 persen berdasarkan data World Bank 2022. Masyarakat makin akrab dengan transaksi digital, dan pelaku UMKM pun makin terbuka terhadap sistem pembayaran non-tunai.

Meski berjalan mulus, perjalanan transformasi digital tetap diwarnai tantangan. Mulai dari kebutuhan akan sistem pembayaran yang simpel untuk masyarakat kecil. Hingga persiapan mendukung transaksi lintas negara dalam kerangka Regional Payment Connectivity (RPC).

BI pun menyiapkan jurus pamungkas. Dimulai dengan memperluas fitur QRIS dan BI Fast. Hingga membangun sistem pembayaran domestik yang siap terkoneksi ke mancanegara.

“Kolaborasi lintas sektor, kesiapan infrastruktur publik, dan kebijakan yang adaptif akan jadi kunci,” tegas Himawan.

Dengan arah yang jelas, inovasi yang berkelanjutan, dan komitmen lintas sektor, Himawan optimistis Indonesia bisa melaju lebih kencang di era digital.

“Tak hanya meningkatkan efisiensi dan inklusi keuangan. Transformasi digital ini, dipercaya mampu mendorong kesejahteraan rakyat dan daya saing Indonesia di kancah global,” pungkasnya. @Man


 

88

Baca Lainnya