Surabaya | klikku.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) di kancah internasional.
Kali ini, sembilan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair, sukses memborong empat medali dalam ajang bergengsi The 3rd International Islamic Finance Olympiad (IIFO) 2025 yang digelar di Konya, Turki.
Kompetisi yang berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (17/7/2025) hingga Minggu (20/7/2025), diselenggarakan oleh KTO Karatay Universitesi dan diikuti delegasi dari berbagai negara.
Dalam ajang ini, para peserta bersaing dalam tiga cabang utama: poster competition, knowledge competition, dan muamalat interactive game (MIG) competition.
Dari total tiga cabang lomba, mahasiswa UNAIR berhasil meraih Emas di kategori poster competition, Perak di individual MIG competition, dan dua Perunggu, masing-masing di poster competition dan group MIG competition
Karya unggulan yang berhasil menyabet medali emas datang dari kategori poster berjudul Waqf Mutual Growth Fund (WMGF). Inovasi ini mengusung konsep wakaf tunai berbasis reksa dana syariah yang dikelola secara profesional dan transparan.
Gagasan ini bertujuan menjawab tiga masalah besar sekaligus: rendahnya literasi keuangan syariah, minimnya realisasi wakaf tunai, serta kecilnya belanja pendidikan nasional.
“Melalui WMGF, kami ingin menunjukkan bahwa wakaf bisa dikembangkan lewat instrumen investasi syariah yang aman, berdampak sosial, dan berkelanjutan,” ujar Abu Shidqi, ketua tim pemenang emas.
Sebelum berangkat ke Turki, para peserta telah melalui proses seleksi internal yang ketat. Tiap cabang lomba punya tahapan berbeda, mulai dari visualisasi ide ekonomi dalam bentuk poster hingga simulasi interaktif konsep muamalat berbasis permainan dalam MIG.
“Prosesnya enggak instan. Kami dibimbing intensif oleh para dosen FEB UNAIR, dari sisi konsep, teknis, hingga cara presentasi di forum internasional,” lanjut Abu.
Ajang IIFO 2025 bukan cuma soal adu kompetensi. Para peserta juga terlibat dalam sesi diskusi lintas budaya yang membahas keuangan Islam dan teknologi digital.
Momen ini sekaligus membuka peluang kolaborasi serta menambah wawasan mahasiswa tentang sistem ekonomi syariah global.
Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa UNAIR tidak hanya piawai di dalam negeri, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi di panggung internasional. @Man
