Surabaya | klikku.id – Meski ekonomi global masih goyah, Jawa Timur tetap jadi primadona investasi. Selama semester pertama 2025, realisasi investasi Jatim menembus Rp74,6 triliun atau tumbuh 4,1 persen year on year (y-o-y).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim, Dyah Ermawati, menegaskan mayoritas investasi masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dari total investasi, Rp51 triliun berasal dari PMDN dan Rp23,6 triliun dari Penanaman Modal Asing (PMA).
“Artinya, PMDN kita masih sangat kuat dan mendominasi,” kata Erma di Gedung Negara Grahadi, Selasa (5/8/2025).
Tak hanya nominal, investasi ini juga menyerap tenaga kerja hingga 130.870 orang.
Lima wilayah jadi magnet utama investor di Jatim, diantaranya Surabaya sebesar Rp16,4 triliun (21,9%), Gresik sebesar Rp16,1 triliun (21,6%), Sidoarjo sebesar Rp10,4 triliun (13,9%), Pasuruan sebesar Rp7,7 triliun (10,3%), dan Malang sebesar Rp2,6 triliun (3,5%).
Industri makanan jadi penyumbang tertinggi, disusul perumahan dan kawasan industri, transportasi, telekomunikasi, perdagangan, serta industri kimia-farmasi.
Untuk PMA, Freeport di Gresik menjadi pemain terbesar di sektor pertambangan. Sedangkan PMDN terbesar datang dari Surabaya melalui sektor industri dan perkantoran.
5 Negara Asal PMA Terbesar di Jatim:
- Amerika Serikat (Freeport, pertambangan – Gresik)
- Singapura (PT Tri Sakti Purwosari Makmur, industri makanan – Pasuruan)
- Hongkong (New Asia Internasional, industri logam – Sidoarjo)
- Tiongkok (Xinyi Glass Indonesia, industri mineral nonlogam – Gresik)
- Jepang (Waitana Karya Pembangunan, perumahan & kawasan industri – Jember)
Secara nasional, Jatim menyumbang 7,9 persen realisasi investasi dan menempati peringkat ketiga setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
“Fokus kami ke depan adalah hilirisasi. Mulai dari mineral, batubara, migas, hingga perkebunan, kehutanan, perikanan, dan kelautan,” pungkas Erma. @Man
