Hallo Polisi

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 21:26 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Anam dok klikku.id

Anam dok klikku.id

Bangkalan Darurat Narkoba: Kantor Pemerintah Berubah Jadi Markas Pesta Sabu

Bangkalan | klikku.id — Malam itu, seharusnya Kantor Kecamatan Modung menjadi ruang sunyi, menyisakan meja-meja penuh berkas dan kursi pelayanan publik. Namun yang terjadi justru sebaliknya: ruangan itu dipenuhi asap kristal haram, tawa sinis, dan botol minuman. Bukan oleh geng jalanan, melainkan oleh oknum aparatur sipil negara (ASN), tenaga harian lepas, dan figur publik yang seharusnya menjadi teladan.

Peristiwa ini bukan sekadar pelanggaran hukum — ini adalah simbol kebobrokan moral birokrasi. Kantor yang dibiayai dari keringat rakyat, malah dijadikan panggung pesta narkoba. Kejadian ini menelanjangi lemahnya pengawasan internal, rapuhnya integritas, dan gagalnya sistem yang seharusnya menjaga marwah pemerintahan.

Narkoba Sudah Menembus Jantung Birokrasi
Keterlibatan aparatur pemerintahan dalam pesta sabu di kantor resmi adalah alarm bahaya yang memekakkan telinga. Narkoba tak lagi bersembunyi di lorong gelap atau gang sempit — ia telah masuk melalui pintu depan birokrasi. Yang rusak bukan hanya citra ASN, tetapi juga wibawa negara di mata rakyat.

Disiplin dan etika aparatur yang seharusnya menjadi benteng justru runtuh. Ironisnya, semua ini berlangsung di hadapan masyarakat yang setiap hari diminta untuk taat hukum dan patuh aturan.

Bangkalan Darurat Narkoba
Pesta sabu di Modung hanyalah potongan kecil dari persoalan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, Bangkalan berkali-kali tercatat sebagai titik peredaran narkoba di Jawa Timur, melibatkan pelaku dari semua lapisan — dari nelayan, pelajar, hingga elit birokrasi. Jika tren ini dibiarkan, bukan hanya generasi muda yang akan hancur, tapi juga legitimasi pemerintahan.

Pemimpin Daerah Harus Bertindak Nyata
Pemimpin daerah tidak boleh hanya melontarkan kutukan atau janji manis di depan kamera. Dibutuhkan pembersihan total internal birokrasi, pengawasan ketat, dan pembongkaran jaringan narkoba tanpa pandang bulu, meski pelakunya orang dekat atau pejabat senior.

Langkah ini harus dibarengi upaya mengembalikan kepercayaan publik melalui keteladanan, transparansi, dan penegakan disiplin. Tanpa itu, rakyat akan terus kehilangan keyakinan bahwa pemerintah ada untuk melindungi mereka.

Titik Balik atau Awal Kehancuran
Bangkalan memiliki potensi besar: budaya, sumber daya, dan posisi strategis. Namun semua akan sia-sia jika narkoba terus merajalela, apalagi bila dibiarkan bercokol di tubuh birokrasi. Peristiwa di Modung seharusnya menjadi titik balik, bukan sekadar sensasi berita semalam.

Darurat narkoba menuntut keberanian, ketegasan, dan keteladanan. Tanpa itu, Bangkalan hanya akan menjadi catatan kelam: sebuah daerah yang membiarkan racun menggerogoti moral dan menghancurkan masa depan warganya, pelan tapi pasti.

Oleh: Ketum Paguyuban Pemuda Bangkalan.

(Anam)

64

Baca Lainnya