Ekonomi Bisnis

Senin, 18 Agustus 2025 - 14:29 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Tabungan & Deposito Emas Pegadaian Jadi Primadona Baru Investasi Masyarakat 

Jakarta | klikku.id – Transformasi besar PT Pegadaian lewat layanan Bank Emas, kian membuahkan hasil manis.

Sejak resmi meluncur pada 20 Februari 2025 sebagai Bank Emas, produk emas Pegadaian, seperti Tabungan Emas, Deposito Emas, hingga jasa penyimpanan (vaulting), melesat pesat.

Upaya Pegadaian dalam mengEMASkan Indonesia ini, mampu memikat jutaan nasabah, hingga menyimpan puluhan ton emas di tanah air.

Saat menghadiri peluncuran, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga rantai nilai emas, agar tetap berputar di dalam negeri.

“Dengan ini, skemanya bukan sekedar layanan jual beli perhiasan. Melainkan menjadi layanan keuangan berbasis bullion atau emas batangan, yang legal dan diawasi OJK,” ajarnya saat itu.

Dari laporan kinerja semester I/2025, Pegadaian mengklaim telah melayani lebih dari 4 juta pelanggan pada lini Bank Emas, untuk menabung, membeli, hingga mendepositokan emas mereka. Dengan total kelolaan emas mencapai puluhan ton.

Produk unggulan Deposito Emas dan Tabungan Emas, menjadi motor pertumbuhan. Sementara fasilitas vaulting dan laboratorium gemologi, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keaslian dan keamanan emas fisik.

Salah satu kelebihan Tabungan Emas Pegadaian adalah memungkinkan siapa saja bisa menabung emas mulai nominal kecil, semisal Rp10 ribu, melalui outlet maupun aplikasi digital. Sementara Deposito Emas, memberi alternatif simpanan jangka tertentu, dengan imbal hasil dalam gram emas.

Tabungan Emas & Deposito Emas Pegadaian makin digemari masyarakat sebagai produk investasi

Sedangkan fasilitas penitipan emas atau vaulting, memberi ruang alternatif bagi investor koorporasi atau individu, yang ingin menyimpan emas dalam jumlah besar dengan keamanan tinggi dan bersertifikasi.

Pegadaian juga menyiapkan ekosistem pendukung lainnya. Mulai dari layanan pembiayaan berbasis emas, jasa titipan untuk perusahaan, hingga anak usaha ritel dan manufaktur emas. Semua transaksi tercatat transparan. Sementara emas digital, dijamin stok fisik 1:1 yang tersimpan aman.

Keunggulan praktis lainnya adalah fleksibilitas transaksi. Nasabah bisa membeli, menjual, mencetak, bahkan menyetor emas fisik ke rekening tabungan. Dengan biaya administrasi yang relatif ringan. Dan semua kegiatan ini diawasi ketat oleh OJK, agar likuiditas dan transparansi harga tetap terjaga.

Tak heran, profil nasabahnya begitu beragam. Seperti pelajar yang menabung sedikit demi sedikit, pekerja yang menjadikan emas sebagai pelindung inflasi, hingga pengusaha yang memanfaatkan jasa penyimpanan dan perdagangan emas untuk kebutuhan bisnis.

Dengan tata kelola yang baik dan cadangan emas yang terjamin. Pegadaian diyakini siap memperkuat posisinya sebagai “Bank Emas” nasional. Serta mendorong budaya menabung dan investasi emas di Indonesia. @Man


 

80

Baca Lainnya