Jakarta | klikku.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali memukul telak jaringan peredaran narkotika. Sebanyak 474 kilogram barang bukti narkoba hasil ungkap 21 kasus di lima provinsi resmi dimusnahkan, Jumat (22/8/2025).
Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom memimpin langsung pemusnahan di Kantor BNN RI, Jakarta. Barang bukti berasal dari hasil sitaan kasus di Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bali. Total ada 43 tersangka yang diamankan.
“Pemusnahan barang bukti dilakukan di dua lokasi, sebagian di lapangan BNN dengan insinerator, sisanya difasilitasi PT Jasa Medivest Plant di Karawang,” ujar Marthinus.
Barang bukti itu terdiri atas 253,06 kilogram sabu (53 persen), 218,41 kilogram ganja, 2,99 kilogram kokain, serta 94 butir ekstasi. Sebagian kecil narkoba disisihkan untuk kebutuhan uji laboratorium dan barang bukti di pengadilan.
Misalnya, dari total sabu 253,6 kilogram, sebanyak 496,91 gram digunakan untuk uji lab dan 47,19 gram untuk pembuktian. Dari ganja, 3,1 kilogram disisihkan untuk uji lab dan 1 kilogram untuk pengadilan.
Begitu juga dengan kokain dan ekstasi, masing-masing disisihkan sebagian kecil sebelum akhirnya dimusnahkan.
Pelaksana Tugas Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, menjelaskan bahwa pemusnahan narkoba dilakukan dengan insinerator dua tungku. Tungku pertama beroperasi di suhu 600–850 derajat Celsius, membakar narkotika hingga molekul terurai.
Tungku kedua mencapai suhu hingga 1.100 derajat Celsius, memastikan seluruh zat berbahaya hancur sempurna.
“Pada suhu di atas 1.000 derajat, hampir semua ikatan kimia organik putus. Narkoba yang kompleks terurai jadi senyawa sederhana seperti karbon dioksida dan uap air. Asap yang keluar aman,” jelas Budi.
Pemusnahan ini, kata Marthinus, merupakan komitmen BNN untuk terus memutus peredaran narkoba di tanah air. “Kita tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi narkotika merusak bangsa,” tegasnya. R3d
