Surabaya | klikku.id – Panggung internasional untuk ide-ide brilian kembali digelar di Surabaya. Petra Christian University (PCU) kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang Falling Walls Lab (FWL) Indonesia 2025, Jumat (22/8/2025).
Kompetisi prestisius yang didukung penuh Kementerian Luar Negeri Republik Federal Jerman dan DAAD Regional Office Jakarta itu, mempertemukan para inovator muda dari berbagai disiplin ilmu untuk mempresentasikan ide “menerobos batas” hanya dalam tiga menit.
Rektor PCU, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., menegaskan, menjadi tuan rumah FWL Indonesia untuk kedua kalinya adalah kehormatan besar.
“Kami senang bisa kembali menghadirkan ajang ini. FWL menegaskan komitmen kami menyiapkan lulusan dengan future skills, terutama kemampuan komunikasi untuk menyampaikan ide-ide kompleks dengan singkat, jelas, dan meyakinkan,” tegasnya.
Sejak pertama kali hadir di Indonesia, FWL sudah menjadi bukti komitmen DAAD, dalam mendorong pertukaran akademik. Serta membuka jalan bagi talenta muda Indonesia, untuk terhubung dengan ekosistem inovasi global.
Kehadiran ajang ini semakin mengukuhkan Surabaya sebagai pusat akademik dan inovasi penting di Tanah Air.
Format kompetisi ini unik. Setiap peserta hanya diberi waktu tiga menit dengan tiga slide untuk menjelaskan gagasannya.
Presentasi harus ringkas, tajam, dan mampu memikat juri. Tantangan ini sekaligus melatih peserta agar siap bersaing di level dunia.
Tahun ini, 20 finalis dari berbagai jenjang pendidikan, dari sarjana hingga doktor, tampil dengan ide terobosan di bidang sains, teknologi, ilmu sosial, hingga kedokteran.
Dari putaran presentasi yang berlangsung ketat, tiga nama akhirnya keluar sebagai pemenang.
- Juara 1 Fadhilah Trya Wulandari, dengan proyek Breaking the Wall of Climate Injustice for People with Disabilities. Ide ini memikat juri berkat orisinalitas dan potensi transformasinya. Fadhilah akan mewakili Indonesia ke ajang Falling Walls Lab Global Finale di Berlin, 6 November 2025.
- Juara 2 Alfred Susanto, lewat ide Breaking the Wall of Unrecyclable Plastics, dinilai punya kekuatan implementasi dan dampak besar terhadap isu lingkungan.
- Juara 3 Resda Syahrani, dengan ide Breaking the Wall of Breast Cancer Treatment, memadukan kreativitas dengan dedikasi tinggi untuk isu kesehatan mendesak.
Direktur DAAD Regional Office Jakarta, Dr. Guido Schnieders, mengapresiasi keberhasilan PCU menyelenggarakan FWL 2025 dengan gemilang.
“Kolaborasi erat ini membuktikan bahwa inovasi dan pemikiran visioner bisa melampaui batas dan menyatukan orang dari berbagai latar belakang,” ungkapnya.
Kesuksesan Falling Walls Lab Indonesia 2025 menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi Indonesia dan institusi internasional.
Bagi PCU, ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan wujud nyata komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas global.
“Melalui kolaborasi dengan mitra internasional bereputasi, kami ingin membuka lebih banyak peluang global bagi mahasiswa,” tutup Prof. Djwantoro.
Dengan prestasi yang lahir dari Surabaya, Indonesia kembali menyiapkan talenta muda terbaiknya untuk bersuara di panggung dunia. @Man
