Hallo Polisi Kerjasama Pemerintahan

Selasa, 26 Agustus 2025 - 06:09 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Pengguna Narkoba di Surabaya Meledak, Pemkot Gandeng Stakeholder Atasi Lonjakan Kasus

Surabaya | klikku.id – Alarm bahaya narkoba di Kota Pahlawan makin nyaring terdengar. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya mencatat lonjakan mencolok jumlah pengguna narkoba dalam tiga tahun terakhir.

Jika pada 2023 tercatat 73 pengguna, angka itu melonjak enam kali lipat di 2024 menjadi 423 orang. Tahun ini, kondisinya jauh lebih mengkhawatirkan. Hingga Agustus 2025, jumlah pengguna sudah menembus 688 orang.

“Itu pun data per hari ini, belum termasuk yang sore nanti,” ungkap Kombes Pol Heru Prasetyo, Kepala BNN Kota Surabaya, Senin (25/8/2025).

Situasi ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat. Lewat dialog bersama stakeholder, Pemkot mengajak semua pihak berkolaborasi menekan penyalahgunaan narkoba, terutama di dua kawasan rawan: Tandes dan Benowo.

“Pemkot sadar tidak bisa berjalan sendiri. Harus bekerja sama dengan seluruh elemen agar Surabaya benar-benar bersinar, bersih narkoba,” ujar Maria Theresia Ekawati Rahayu, Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan.

Selain penindakan, desakan hadir dari sisi rehabilitasi. Dita Amalia, Direktur PLATO Foundation, menekankan pentingnya perhatian khusus bagi korban NAPZA, terutama anak dan perempuan. “Perlu ada rumah rehabilitasi atau shelter khusus agar korban bisa benar-benar pulih,” kritiknya.

Dialog ini menjadi awal dari rencana aksi bersama, di mana Pemkot, BNN, lembaga sosial, hingga komunitas masyarakat akan dilibatkan dalam program pencegahan, pendampingan, hingga pemulihan korban penyalahgunaan narkoba. R3d


 

76

Baca Lainnya