Pemerintahan Peristiwa

Senin, 1 September 2025 - 07:49 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Khofifah Terbitkan SE Perkuat Keamanan Jatim

Surabaya | klikku.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah cepat merespons situasi pascademo ricuh.

Minggu (31/8/2025) malam, ia resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3/3432/013.3/2025, yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota di Jatim.

Isinya tegas, memperkuat koordinasi dan upaya pencegahan potensi gangguan keamanan, ketertiban umum, dan ketentraman masyarakat.

Kebijakan ini selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya meminta pemerintah daerah, TNI, dan Polri bertindak antisipatif terhadap potensi kericuhan.

“Situasi ini harus diantisipasi dengan langkah strategis. Kita jaga Jawa Timur, kita jaga Indonesia. Jangan ada lagi perusakan, penjarahan, atau kericuhan,” ujarnya, saat memberi keterangan di Gedung Negara Grahadi.

Dalam SE tersebut, kepala daerah diinstruksikan memperkuat sinergi bersama TNI, Polri, serta Forkopimda untuk mengamankan objek vital di wilayah masing-masing.

Bahkan hingga level RT/RW, lurah, kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, diwajibkan turun tangan menjaga lingkungan.

Khofifah juga menekankan pentingnya peran tokoh agama, masyarakat, hingga adat untuk ikut merawat kerukunan.

“Kampung, RT, RW punya andil besar dalam mendorong pengendalian kegiatan masyarakat agar tidak menimbulkan potensi gangguan keamanan,” tegasnya.

Langkah antisipatif juga dilakukan di sektor pendidikan. Dinas Pendidikan Jatim bersama Pemkot Surabaya memutuskan meliburkan sekolah pada 1–4 September 2025 dan mengganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kami mohon guru dan orang tua memastikan anak-anak tidak ikut kegiatan yang tidak perlu, khususnya pada malam hari,” imbau Khofifah.

Selain itu, perguruan tinggi, sekolah, dan pondok pesantren diminta lebih ketat mengawasi aktivitas peserta didik. Pemerintah ingin memastikan generasi muda tidak terseret dalam kegiatan yang berpotensi melanggar hukum.

Dengan penerbitan SE ini, Pemprov Jatim berharap seluruh elemen masyarakat kompak menjaga kondusivitas daerah.

“Kita semua harus punya kesadaran bersama. Kalau kondisi tidak aman, dampaknya luar biasa bagi Jawa Timur,” tandas Khofifah. R3d


 

105

Baca Lainnya