Gresik | klikku.id – Suasana Masjid Baitul Mu’minin, Dusun Daun Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Sabtu (6/9), tampak berbeda. Ratusan angkaan berkat molod tertata rapi.
Aneka makanan, jajanan tradisional, hingga hiasan angkaan berisi uang tunai membuat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 berlangsung semarak.
Bagi warga Bawean, tradisi molod adalah momen yang selalu ditunggu. Hampir seluruh masjid dan musala menggelar angkaan berkat, yang nilainya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp3 juta per paket. Isinya beragam, mulai hasil laut, hasil pertanian, dodol khas Bawean, hingga rengginang.
Yang menarik, setiap tahun tradisi ini juga diramaikan dengan robit atau sedekah dari warga perantauan. Uang tunai dalam pecahan rupiah, ringgit, hingga dolar Singapura dan Amerika, dikirimkan khusus untuk meramaikan molod.
Tahun ini, total robit yang terkumpul mencapai Rp36.130.000 dan seluruhnya diserahkan ke kas masjid.
“Terima kasih kepada para perantauan yang selalu rutin memberi robit. Pecahan uangnya sangat beragam, ada rupiah, ringgit, dolar Singapura, sampai dolar Amerika. Semua dari warga Dusun Daun Timur di perantauan,” ujar Mujib Arsyad, pengurus takmir masjid.
Bupati Takmir Masjid Baitul Mu’minin, Kiai Fathoni Bahyan, menambahkan, antusiasme warga menjadi bukti cinta mereka pada Rasulullah.
“Semoga semangat ini membawa berkah, dan kelak kita bisa berkumpul bersama Nabi,” katanya.
Aman (54), warga yang puluhan tahun merantau di Johor, Malaysia, bahkan sengaja pulang untuk mengikuti tradisi molod di kampung halamannya.
“Alhamdulillah bisa ikut maulid Nabi di Bawean. Ini baru pertama kali setelah merantau lama. Rasanya senang sekali, meriah, sekaligus bisa silaturahmi ke keluarga,” ucapnya haru.
Rangkaian acara molod dimulai sejak pagi dengan khataman Alquran, dzikir Maulid, tausyiah, hingga doa bersama. Ditutup dengan undian hadiah angkaan dan makan bersama di tepi laut.
Suasana penuh syukur dan kebersamaan semakin memperkuat tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun. R3D
