Banyuwangi | klikku.id – Pemkab Banyuwangi terus memacu lahirnya pengusaha muda. Salah satunya lewat program inkubasi Jagoan Banyuwangi yang digelar rutin setiap tahun.
Ajang ini menjadi wadah bagi anak muda setempat untuk mengasah ide, mengembangkan usaha, sekaligus memperluas jejaring bisnis.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut program ini dirancang sebagai ruang tumbuh dan belajar bagi generasi muda.
“Semua bidang kami fasilitasi dengan mentor berpengalaman di bidangnya masing-masing,” kata Ipuk, Sabtu (6/9/2025).
Program ini terbagi dalam tiga kategori: Jagoan Tani yang fokus pada pertanian, Jagoan Digital untuk pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta Jagoan Bisnis yang merangkul usaha kuliner, fesyen, kriya, hingga jasa.
“Harapan kami lewat program ini para pemuda mampu scale up usahanya. Setelah berkembang, mereka bisa mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang menopang perekonomian daerah,” ujar Ipuk.
Tahun ini ada sekitar 100 anak muda Banyuwangi yang ikut serta. Mereka rata-rata sudah memiliki usaha rintisan, lalu dibimbing langsung oleh para mentor dan praktisi bisnis.
Salah satunya Wahyu Riyanto, pemilik Moriza Outdoor, usaha persewaan alat camping dan hiking. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia bertekad mengembangkan bisnisnya yang dirintis bersama kakaknya sejak 2013. “Saya ingin memperkuat branding toko sekaligus pemasarannya. Bahkan terinspirasi membuat produk dengan merek sendiri setelah ikut program ini,” ujarnya.
Rangkaian Jagoan Banyuwangi dimulai sejak pertengahan Agustus. Para peserta lebih dulu mengikuti kelas offline bersama mentor, lalu berlanjut ke sesi post programme dan pitching day yang digelar 25–30 Agustus di Banyuwangi Creative Hub, Terminal Pariwisata Terpadu.
Di tahap akhir ini, mereka mempresentasikan ide pengembangan usaha di depan para mentor dan praktisi. R3D
