Surabaya | klikku.id – Jalan menuju cita-cita menjadi dokter memang penuh tantangan. Tapi bagi lima mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), harapan itu kini terbuka lebar setelah mereka resmi menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) untuk Fakultas Kedokteran.
Tahun 2025 menjadi catatan penting, karena baru pertama kalinya Unusa mendapat jatah lima kuota KIP-K khusus kedokteran, program beasiswa dari pemerintah yang selama ini dikenal banyak membantu generasi muda yang kesulitan biaya kuliah.
Rektor Unusa, Prof. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menyebut kesempatan ini sebagai kebanggaan tersendiri.
“Kita tahu kuliah kedokteran membutuhkan biaya besar. Adanya kuota KIP-K di Unusa menjadi angin segar bagi mereka yang berjuang dari keterbatasan,” ujarnya.
Putri Yanti, mahasiswi asal Muara Enim, Sumatera Selatan, harus gap year dua tahun setelah lulus SMA 2023. Berkali-kali gagal tes masuk perguruan tinggi, baik jalur nasional maupun mandiri, membuatnya sempat putus asa.
“Aku sempat kerja bantu ibu yang pedagang. Tahun 2024 berhenti kerja buat fokus SNBT, tapi gagal lagi. Pas tahu Unusa buka KIP-K Kedokteran, aku coba daftar dan Alhamdulillah lolos,” katanya sambil menahan tangis.
Sejak kecil Putri bermimpi jadi dokter kandungan. Kini, beasiswa ini memberi harapan baru bagi dirinya, ibu, dan adiknya.
Berbeda lagi dengan Anjhely Andreani dari Prabumulih, Sumatera Selatan. Ia tergerak menjadi dokter karena keterbatasan tenaga kesehatan di daerahnya.
“Di kecamatan saya yang warganya ribuan, cuma ada satu dokter. Warga biasanya ke bidan, itu pun jumlahnya hanya dua untuk satu desa. Saya ingin jadi dokter supaya bisa bantu orang-orang kampung saya,” ungkapnya.
Meski sejak umur 9 tahun tumbuh tanpa ayah, Anjhely tetap tegar. Ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berjuang.
Sementara itu, Zahrotul Aini asal Situbondo, Jawa Timur, punya motivasi berbeda. Ibunya divonis mengidap hiperglikemia tahun lalu. Hal itu semakin menguatkan tekadnya menekuni dunia kedokteran.
“Saya ingin jadi dokter bukan hanya karena profesinya mulia, tapi juga karena kemanusiaan. Bagaimana cara mendengarkan keluhan pasien dan menangani mereka dengan hati,” tuturnya.
Kisah-kisah ini membuktikan, kesempatan kuliah kedokteran tak lagi hanya milik mereka yang mampu secara finansial.
Dengan adanya KIP-K, Unusa membuka jalan agar anak-anak bangsa dari berbagai latar belakang bisa mewujudkan mimpinya menjadi tenaga kesehatan. @Man
