Pelayanan Publik Peristiwa

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 13:29 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Dinsos Jatim Terjunkan Tim Trauma Healing untuk Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny

Sidoarjo | klikku.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim mengerahkan tim layanan dukungan psikososial (LDP) bagi keluarga dan santri yang terdampak tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Layanan ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pasca-bencana di tengah duka mendalam yang masih menyelimuti lokasi kejadian.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Jatim, Sukardi, menjelaskan bahwa selain membuka dapur umum di area posko utama, pihaknya juga menghadirkan pendampingan psikologis intensif bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Kelompok rentan ini perlu perhatian khusus. Kami memberikan trauma healing melalui layanan dukungan psikososial agar mereka bisa kembali tenang dan tidak larut dalam kesedihan,” ujar Sukardi saat ditemui di Posko Utama Ponpes Al Khoziny, Sabtu (4/10).

Menurut Sukardi, pendekatan dilakukan dengan cara kekeluargaan, penuh empati, dan dilakukan secara langsung di lapangan. Petugas mendatangi keluarga korban di sekitar posko maupun area evakuasi sambil melakukan pendataan.

“Sudah ada ratusan orang yang kami dampingi. Mereka kami temui langsung, kami berikan motivasi dan penguatan agar tetap tabah menghadapi situasi sulit ini,” jelasnya.

Tim LDP Dinsos Jatim tergabung dalam Jatim Sosial Care (JSC) yang beranggotakan sekitar 50 personel. Mereka terdiri atas psikolog, pekerja sosial, dan relawan yang terlatih di bidang penanganan bencana.

Koordinasi di lapangan dilakukan oleh Subkoordinator Penanganan Kelompok Rentan dan Layanan Dukungan Psikososial Dinsos Jatim.

Selain dari Pemprov Jatim, dukungan juga datang dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan sejumlah lembaga psikologi.

Tim gabungan tersebut turut memberikan support emosional dan konseling singkat kepada keluarga korban dan santri yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Pada saat kunjungan dari Kemensos kemarin, tim pendamping psikologi juga hadir. Kami bekerja bersama-sama memberikan layanan sosial dan penguatan mental kepada para keluarga yang kehilangan,” tambah Sukardi.

Ia menegaskan, kombinasi antara penanganan teknis dan dukungan psikologis menjadi kunci dalam memastikan proses evakuasi, identifikasi, dan pemulihan berjalan dengan tenang dan manusiawi.

“Kami ingin semua proses ini tidak hanya cepat, tetapi juga dilakukan dengan hati-hati dan penuh kepedulian,” tutupnya.

Tragedi runtuhnya musala di Ponpes Al Khoziny terjadi Kamis (2/10) sore dan menelan puluhan korban. Hingga Sabtu pagi, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dan identifikasi korban di lokasi kejadian. In.Joe.nesia


158

Baca Lainnya