SURABAYA | klikku.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut pondok pesantren (ponpes) sebagai mercusuar ilmu dan moralitas yang berperan besar dalam membangun bangsa dari berbagai aspek kehidupan.
“Alhamdulillah, suatu kehormatan bisa menjadi bagian dari puncak peringatan 200 tahun Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang,” ujar Emil saat menghadiri acara di Tambakberas, Sabtu (25/10) malam.
Menurut Emil, dua abad adalah perjalanan yang sangat panjang dan tidak mudah dilalui oleh sebuah lembaga pendidikan. “Ponpes Tambakberas telah membuktikan, semakin bertambah usia justru semakin kokoh dan mengakar,” katanya.
Ia menegaskan, pondok pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga pilar penting yang membangun karakter bangsa dari sisi ekonomi, sosial, budaya, moral, dan akhlak.
“Kalau Indonesia ingin berdiri kokoh, pastikan pesantren menjadi tiang penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Emil.
Emil menilai sistem pendidikan di pesantren unik karena menggabungkan ilmu agama dan pengetahuan umum, membentuk santri yang berakhlak, cerdas, dan berjiwa patriotik.
“Kita akan menyongsong 10 November. Mungkin tidak ada Hari Pahlawan jika tidak ada Resolusi Jihad. Banyak yang gugur di medan perang adalah santri-santri luar biasa,” ucapnya.
Wagub berharap, di usia dua abad, Ponpes Bahrul Ulum semakin berperan dalam mencetak generasi santri yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
“Memasuki abad ketiga, semoga Tambakberas makin memberi manfaat bagi Jawa Timur, Indonesia, dan dunia,” pungkas Emil.
Sementara itu, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin menyebut Ponpes Bahrul Ulum sebagai lembaga yang konsisten melahirkan ulama besar.
“Dua abad Bahrul Ulum ini ibarat pabrik kiai. Kalau pondok berhenti, pabrik kiai pun berhenti,” ujarnya.
Menurut Ma’ruf, ulama adalah pewaris para nabi (waratsatul anbiya) yang memiliki tanggung jawab moral besar dalam menegakkan dakwah dan ilmu. Ia berharap santri generasi abad ketiga mampu menjadi santri tangguh, berilmu, dan berjiwa sosial tinggi.
Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, K.H. Hasib Wahab Hasbullah, menyebut momentum dua abad ini sebagai momen bersejarah dan tidak akan terulang.
“Ini peringatan istimewa. Seratus tahun lagi baru ada lagi yang seperti ini. Mari kita jadikan semangat dua abad ini sebagai warisan perjuangan dan ilmu,” tuturnya. In.Jo3.nwsia
