Pemerintahan Pendidikan Peristiwa

Senin, 3 November 2025 - 13:28 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Khofifah Tinjau TKA di SMAN 6 Surabaya, Pastikan Listrik dan Internet Aman

SURABAYA | klikku.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan hari pertama Tes Kompetensi Akademik (TKA) di SMAN 6 Surabaya, Senin (3/11/2025).

Ia ingin memastikan seluruh aspek teknis berjalan lancar, terutama pasokan listrik dan stabilitas jaringan internet.

“TKA ini bisa menjadi dasar bagi anak-anak masuk perguruan tinggi. Karena itu, pasokan listrik dan jaringan internet harus benar-benar aman. Dua hal ini sangat krusial,” tegas Khofifah.

Ia meminta Dinas Pendidikan Jatim menyiapkan langkah antisipatif di seluruh sekolah pelaksana, termasuk menyediakan genset dan memperkuat jaringan internet. “Ini penting agar tidak ada gangguan saat tes berlangsung,” tambahnya.

Selain kesiapan teknis, Khofifah juga menekankan pentingnya kesiapan mental siswa. Ia berpesan agar peserta menjaga kondisi fisik dan emosi, serta menjunjung kejujuran dalam mengerjakan tes.

“Tidur cukup, datang lebih awal, berdoa, dan tetap tenang. Hal-hal sederhana seperti ini sangat berpengaruh,” pesannya.

TKA yang diatur dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 bersifat opsional. Tes ini digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa dan menjadi referensi seleksi masuk perguruan tinggi, terutama jalur prestasi.

Pelaksanaan TKA berlangsung dalam tiga gelombang. Gelombang pertama pada 3–4 November, gelombang kedua 5–6 November, dan gelombang khusus pada 8–9 November untuk peserta pendidikan nonformal seperti Paket C.

Di Jawa Timur, sebanyak 4.323 sekolah mengikuti TKA dengan total 390.186 peserta. Rinciannya: 171.502 siswa SMA, 218.401 siswa SMK, 283 siswa SLB, dan 16.326 peserta Paket C.

Adapun mata pelajaran wajib meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, sedangkan mapel pilihan antara lain Matematika lanjutan, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, PPKn, Projek Kreatif dan Kewirausahaan, hingga Bahasa Lanjutan.

“Semoga seluruh proses berjalan lancar dan hasilnya bisa menjadi pijakan kuat bagi masa depan pendidikan anak-anak Jatim,” pungkas Khofifah. In.Jo3.nwsia


 

104

Baca Lainnya